25 Agustus 2008
PKS Gelar Bazar Merdeka di 178 titik
PKS-Jakarta - Menyemarakkan kemerdekaan RI, PKS menyelenggarakan Bazar Merdeka serentak di 178 titik di Jakarta. Bazar yang diisi dengan penjualan sembako murah, barang bekas berkualitas serta pengobatan massal ini, salah satu titik terbesarnya ada di Cakung, Jakarta Timur (24/8). Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PKS Jakarta Timur, Dite Abimanyu menegaskan kerja kader PKS dalam Bazar kali ini adalah bukti bahwa PKS selalu bersama dengan masyarakat.
Dite yang juga merupakancalon anggota legislatif DPRD DKI dari dapil Jakarta Timur ini mengatakan bahwa kader PKS akan terus melakukan aksi simpatik di tengah masyarakat. Selain dalam rangka HUT RI ke-63, bazar Merdeka ini, ujar Dite, juga untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan keluarga menjelang bulan suci ramadhan.
Lebih lanjut, caleg nomor empat ini menyebutkan, PKS tidak hanya bekerja menjelang Pemilu saja. Selama ini, kader-kader selalu bersinergi dengan masyarakat dalam berbagai musibah, seperti banjir, kebakaran hingga penambalan jalan rusak. Semuanya itu, menurut Dite, lebih dikarenakan PKS ingin semua warga terlibat aktif dalam setiap usaha perbaikan masyarakat. “Kita tidak mungkin mengharapkan bantuan pemerintah terus untuk segala masalah!”, ujar Dite.
Dia menyontohkan perbaikan ekonomi masyarakat kecil. Jika mengandalkan uluran bantuan pemerintah lewat PPMK, misalnya, bisa jadi sampai saat ini tidak ada usaha yang tumbuh di masyarakat. ”Bagaimana anggaran PPMK bisa turun, kan APBD nya gak kelar-kelar...” sindir Dite. Karenanya PKS sudah siap dengan program pemberdayaan ekonomi baik lewat Pos KK yang sudah dibentuk hingga 400 unit se-DKI, ataupun lewat Baitul Maal Sejahtera.
Sekali lagi, Dite menegaskan, kegiatan Bazar Merdeka ini bukanlah yang pertama dan bukan yang terakhir. ”Kader PKS sudah menyiapkan berbagai program kreatif untuk ditawarkan kepada masyarakat, untuk memperbaiki kehidupan mereka”, ujarnya. Diantara program tersebut adalah layanan pendidikan, layanan kesehatan, hingga layanan politik. Semua itu, tegas Dite, untuk merealisasikan target PKS meraih suara mayoritas di dalam Pemilu mendatang. ”Saya yakin, 42 persen suara akan direbut PKS dalam Pemilu 2009”, tegas Dite mantap.(humas)
Sumber: www.pks-jakarta.or.id
24 Agustus 2008
PKS - Semaraknya Bazaar Kemerdekaan DPRa Pulo Gebang
Hari ini (Ahad, 24 Agustus 2008) secara serentak Partai Keadilan Sejahtera Wilayah DKI Jakarta mengadakan acara Bazaar Merdeka di lebih dari 178 lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Salah satunya adalah di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur, tepatnya di RW 08 tepat disamping kantor Walikota Jakarta Timur.
Acara berlangsung meriah karena dihadiri oleh masyarakat umum serta simpatisan dan kader PKS Pulo Gebang.
Ini adalah acara untuk kesekian kalinya yang telah dilangsungkan oleh PKS Pulo Gebang, Jakarta Timur. Beberapa waktu yang lalu acara seperti ini telah dilangsungkan di RW 02, Jl. Rawa Kuning Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Berikut adalah foto-foto kegiatan Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang tahun 2008.
22 Agustus 2008
Bazaar Merdeka
Dalam Rangka HUT RI ke 63, PKS Pulo Gebang mengadakan acara Bazaar Merdeka 2008. Lokasi di RW08 Kelurahan Pulo Gebang, di Lapangan Sepak Bola di samping Walikota Jakarta Timur. Waktu Ahad 24 Agustus 2008.
20 Agustus 2008
Justru 2009 Puncak Politik Kita
INILAH.COM, Jakata – PKS bertekad akan tetap mengajuka calon presiden dari kadernya sendiri. Sebab, 2009 dianggap sebagai tahun puncak politik partai Islam berbasis intelektual muda itu.
Zulkieflimansyah, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, memprediksikan partainya akan meraih 20% suara pada Pemilu Legislatif 2009. Sehingga, semangat kader dan simpatisan yang menginginkan PKS mengajukan sendiri capresnya, merupakan peluang sejarah yang harus disikapi dengan cerdas dan arif.
“Jika PKS meraih 20% suara, dengan Bismillahirrahmanirrahiim, kita akan mengajukan calon presiden dari dalam. Hidayat Nur Wahid adalah kandidat paling kuat dan paling didukung oleh PKS. Semua orang tahu Hidayat sudah banyak berkorban untuk pengembangan PKS,” jelas Zulkieflimansyah.
Lebih lanjut, dosen Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu, menghargai pandangan para pakar politik yang menginginkan PKS sebaiknya baru mengajukan capres 2014. Namun itu dinilainya terlalu lama.
“Biarlah sejarah yang menilai. Sebab, soal kalah menang dalam Pilpres itu merupakan hal biasa bagi keluarga PKS. Namun, pendidikan politik, spirit politik, dan kebersamaan harus terus kita jaga,” tandasnya. [R2]
Sumber: Inilah.Com










