Tampilkan postingan dengan label Capres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Capres. Tampilkan semua postingan

14 September 2008

PKS Tak Tertarik Gelar Konvensi ala Golkar


JAKARTA - Teknik menjaring calon presiden (capres), Konvensi, yang dilakukan oleh Partai Golkar, tidak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tertarik untuk mengadopsinya.

"Hasil konvensi tidak selalu jalan dengan pemilu. Kita lakukan fit and proper test. Peluangnya untuk mendapat pemimpin dari dalam lebih besar daripada dari luar," ujar Sekjen PKS Anis Matta usai berbuka puasa bersama di Restoran Abunawas, Matraman Dalam, Jakarta, Sabtu (13/9/2008).

PKS memiliki cara tersendiri, membangun komunikasi dengan sejumlah pihak dan inventarisir 100 pemimpin muda. "Kita bangun semua komunikasi dengan TNI, Polri, dan sipil. Istilahnya komunikasi yang kita buat itu untuk pemerataan," jelas Anis.

Sehingga, lanjutnya, pada pemilihan legislatif nanti, data kandidat capres dari PKS sudah masuk semua. Semua kandidat menurutnya akan dinilai.

"Jadi kondisi kita zero option. Masih belum tentukan pilihan. Tetapi menjajaki semua pilihan yang ada," tuturnya.(Iman Rosidi/Trijaya/hri)


Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/13/1/145698/pks-tak-tertarik-gelar-konvensi-ala-golkar

PKS: Kriteria Utama Capres, Integritas dan Kompetensi


JAKARTA - Persoalan utama bagi pemimpin mendatang, yakni integritas dan kompetensi. Hal ini merupakan syarat penting calon presiden (capres) mendatang.

"Saya kira persoalan kriteria utama yang fokus untuk 2009 tidak jauh dari persoalan intergritas dan masalah kompetensi," ungkap Sekjen PKS Anis Matta usai berbuka puasa bersama di Restoran Abunawas, Matraman Dalam, Jakarta, Sabtu (13/9/2008).

Masa transisi reformasi, menurut Anis, sudah menginjak 10 tahun. Namun, jika pemimpin Indonesia di 2009 tidak bisa menjanjikan, maka tidak akan diperpanjang.

"Maka itu sarat kompetensi jadi syarat penting bagi capres kita," tukasnya.(Iman Rosidi/Trijaya/hri)


Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/13/1/145696/pks-kriteria-utama-capres-integritas-dan-kompetensi

PKS Jaring Capres dari Silaturahmi & Invetarisir


JAKARTA - Partai Keadailan Sejahtera (PKS) akan menjaring kandidat calon presiden (capres) dari dua jalur. Yakni silaturahmi dan inventarisir 100 calon pemimpin yang telah dimiliki.

Namun PKS mengaku belum melakukan pemilihan terhadap para calonnya dari kedua jalur tersebut.

"Kita belum mengerucut. Kita melakukan konmunikasi secara intesif dengan sejumlah pihak dari sekarang. Karena tidak mungkin juga kita tiba-tiba menentukan. Komunikasi tetap kita bangun. Tetapi waktu untuk mengambil keputusannya, itu nanti," ungkap Sekjen PKS Anis Matta usai berbuka puasa bersama di Restoran Abunawas, Matraman Dalam, Jakarta, Sabtu (13/9/2008).

Kini menurutnya, PKS telah membuka komunikasi dengan semua capres yang ada. Begitu juga dengan mereka yang mau maju sebagai cawapres.

"Kita berkomunikasi dengan Sutiyoso, Sri Sultan, juga dengan Sutanto dan semua pihak," sebutnya.

Sedangkan dalam hal inventarisir, menurutnya, merupakan istilah grup pemimpin untuk masa depan yang telah dikriteriakan oleh PKS.(Iman Rosidi/Trijaya/hri)


Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/13/1/145695/pks-jaring-capres-dari-silaturahmi-invetarisir

20 Agustus 2008

Justru 2009 Puncak Politik Kita

INILAH.COM, Jakata – PKS bertekad akan tetap mengajuka calon presiden dari kadernya sendiri. Sebab, 2009 dianggap sebagai tahun puncak politik partai Islam berbasis intelektual muda itu.

Zulkieflimansyah, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, memprediksikan partainya akan meraih 20% suara pada Pemilu Legislatif 2009. Sehingga, semangat kader dan simpatisan yang menginginkan PKS mengajukan sendiri capresnya, merupakan peluang sejarah yang harus disikapi dengan cerdas dan arif.

“Jika PKS meraih 20% suara, dengan Bismillahirrahmanirrahiim, kita akan mengajukan calon presiden dari dalam. Hidayat Nur Wahid adalah kandidat paling kuat dan paling didukung oleh PKS. Semua orang tahu Hidayat sudah banyak berkorban untuk pengembangan PKS,” jelas Zulkieflimansyah.

Lebih lanjut, dosen Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu, menghargai pandangan para pakar politik yang menginginkan PKS sebaiknya baru mengajukan capres 2014. Namun itu dinilainya terlalu lama.

“Biarlah sejarah yang menilai. Sebab, soal kalah menang dalam Pilpres itu merupakan hal biasa bagi keluarga PKS. Namun, pendidikan politik, spirit politik, dan kebersamaan harus terus kita jaga,” tandasnya. [R2]

Sumber: Inilah.Com

08 Agustus 2008

PKS: PhD Hanya Untuk Database Partai, Bukan Syarat Capres


Jakarta - Presiden PKS Tifatul Sembiring meluruskan isu tentang calon presiden (capres) harus bertitel doktor atau PhD. Ia menegaskan, PKS tidak pernah membuat kriteria PhD sebagai syarat Capres. PKS hanya mendata kader-kadernya yang bergelar PhD. "Bukan untuk capres, kita mendata 300 PhD itu telah bergabung dengan PKS dan siap bertugas di birokrasi," kata Tifatul Sembiring saat dihubungi detikcom, Kamis (5/8/2008). Tifatul menjelaskan pendataan tidak hanya dilakukan untuk PhD, tetapi juga dilakukan untuk lulusan S-1. "Dari 800.000 kader PKS, itu 80% nya adalah lulusan S-1," ungkapnya. Mengenai syarat pendidikan capres, Tifatul menjelaskan PKS mengajukan minimal capres adalah lulusan S-1, tidak perlu PhD. "Nanti kalau harus doktor, hanya SBY yang bisa mencalonkan," candanya. Isu soal capres harus bertitel PhD berkembang setelah Tifatul menjawab pertanyaan wartawan apakah kader PKS mampu memimpin bangsa ini. Mendapat pertanyaan tersebut, Tifatul menyatakan, PKS akan menyeleksi 300 kader PKS yang bergelar Phd, lulusan luar negeri, termasuk Hidayat Nur Wahid. (rdf/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/08/05/171706/983431/10/pks-phd-hanya-untuk-database-partai-bukan-syarat-capres