Tampilkan postingan dengan label Rawa Kuning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rawa Kuning. Tampilkan semua postingan

31 Agustus 2008

Free Widescreen Wallpaper - PKS Pulo Gebang

Free Wallpapers

Widescreen Wallpapers - PKS Pulo Gebang


Ramadhan 1429 H (Res 1440x900)


Wallpaper 1 (Res 1440x900)

See and download it for free, only on PKS Pulo Gebang


24 Agustus 2008

PKS - Semaraknya Bazaar Kemerdekaan DPRa Pulo Gebang


Hari ini (Ahad, 24 Agustus 2008) secara serentak Partai Keadilan Sejahtera Wilayah DKI Jakarta mengadakan acara Bazaar Merdeka di lebih dari 178 lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Salah satunya adalah di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur, tepatnya di RW 08 tepat disamping kantor Walikota Jakarta Timur.

Acara berlangsung meriah karena dihadiri oleh masyarakat umum serta simpatisan dan kader PKS Pulo Gebang.

Ini adalah acara untuk kesekian kalinya yang telah dilangsungkan oleh PKS Pulo Gebang, Jakarta Timur. Beberapa waktu yang lalu acara seperti ini telah dilangsungkan di RW 02, Jl. Rawa Kuning Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Berikut adalah foto-foto kegiatan Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang tahun 2008.



Suasana Makan siang Panitia Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Kasir di lokasi Bazaar


Baliho samping Panggung Utama Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Rendro, salah satu panitia Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang, Jakarta Timur


Membersihkan lokasi sekitar panggung utama Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Booth Pelayanan Kesehatan gratis buat warga di Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Pelayanan Kesehatan Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Baliho Besar di samping panggung, Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang


Salah satu Booth, Bazaar Merdeka PKS Pulo Gebang, Jakarta Timur

22 Agustus 2008

Bazaar Merdeka


Dalam Rangka HUT RI ke 63, PKS Pulo Gebang mengadakan acara Bazaar Merdeka 2008. Lokasi di RW08 Kelurahan Pulo Gebang, di Lapangan Sepak Bola di samping Walikota Jakarta Timur. Waktu Ahad 24 Agustus 2008.

20 Agustus 2008

573 Caleg PKS Insya Allah Bebas Dari Korupsi


“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi.” Ujar Anis Matta di gedung KPU siang tadi (19/8).

PK-Sejahtera Online: Hari ini PKS menyerahkan daftar calon legislatif untuk DPR Pusat pada pukul 12.00 WIB. Daftar Caleg diserahkan oleh Sekjen, sekaligus ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Anis Matta, dan diterima oleh anggota KPU Syamsul Bahri. Daftar caleg tersebut terdiri dari 373 Laki-laki dan 200 perempuan (34,9%). Sekitar 80% berusia 30-45 tahun. Anis Matta menyerahkan 12.033 berkas dokumen dari 573 caleg yang didaftarkan yang dikemas dalam dua belas kotak plastik besar.

Turut mendampingi sekjen, hadir pula para wakil sekjen, para ketua wilda, ketua Badan Humas DPP PKS, Mabruri, Ketua Bidang Pembinaan Kader, Ahmad Zainudin, dan ketua bidang Pembinaan Pemuda, Ahmad Faradis.

Ketika ditanyakan tentang caleg dari kalangan artis, Mardani mengatakan bahwa bagi PKS, selain popularitas, aspek lain yang lebih penting sebagai prioritas adalah kualitas dan kompetensi caleg.“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi. insya Allah bebas dari korupsi” jelas Anis Matta.

Selain memenuhi syarat yang diminta KPU, caleg PKS juga wajib menandatangani JANJI SETIA yang terdiri dari 5 poin. Diantaranya menjaga integritas moral, menghindari pendapatan yang haram atau syubhat, tidak melakukan korupsi dan melakukan pola hidup sederhana.

Sumber: www.pk=sejahtera.org

13 Agustus 2008

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adalah Masa Depan Indonesia


Ustadz memulai dengan “Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009″. Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.

2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang-orang diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang: “Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.”

Kita adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”

SBY pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh dukungan moril dari PKS” -beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.

Tahun ‘70-an Presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah Masjid Baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” -beliau bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari mana.

Pendiri republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah. Ini menimbulkan ketidakpastian, maka inilah tanggungjawab kita untuk mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca orba adalah orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di orde baru, ini dalam bahasa manajemen disebut dismatch/diskontinu.

Karena Realitas Berubah, Tapi Pikiran Tidak Berubah.

Gaya kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis. Dalam politik Indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga Soeharto bisa naik kembali menjadi presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya diantara presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini sebagai: kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan bangsanya sendiri. Orde lama demokratis tetapi tidak sejahtera, sedangkan orde baru sejahtera, tapi tidak demokratis. Maka, kita ingin padukan itu. Demokratis dan Kesejahteraan dalam sebuah neraca yang seimbang.

Maka Kami Tegaskan, Bahwa 20% ini Bukanlah Angka, Tetapi Simbol Dari Tekad.

Ketika Hasan Al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir masih dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul ‘Alam. Sebuah cita-cita besar yang jauh melampaui langkah kaki. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban manusia? Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada masa mereka.

Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang Al Banna, tetapi oleh ide-ide besar.

Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu besar sambil bertanya pada murid-muridnya: “Apakah mangkuk ini sudah penuh?” -sudah, jawab muridnya. Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir, dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru kembali bertanya: “Sudah penuhkah mangkuk ini?” -kali ini murid terpecah menjadi dua; ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum, meskipun tidak tahu dimana belumnya. Kemudian guru itu menyiramkan air ke dalam mangkuk, dan air itu pun membasahi pasir dan memenuhi mangkuk itu sekali lagi.

Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan pasir, sejenak kemudian ia berkata: “apakah mangkuk ini masih muat untuk batu2 besar ini?”-spontan para murid mengatakan :”tidak”, -”maka seperti itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang kecil, maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar. Fikirkanlah ide-ide besar, maka hal yang kecil akan termuat dengan sendirinya.”

Lalu Kenapa PKS Harus Diberi Kesempatan Memimpin Republik ini?

Jawabannya tidak ada kecuali karena satu hal: “Keadilan” ; karena jika kita sudah melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal, tolong beri satu kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin bangsa ini dan ikut gagal bersamanya. Tapi jika kita bisa mengubah kegagalan itu? Kita tidak butuh terima kasih dari Indonesia.

Islam dan keIndonesiaan harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan keIndonesiaan ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.

Ini adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah bagi PKS.

Jika kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan. Fitur apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika Layar komputer dan display HP itu adalah Indonesia, maka kita ingin PKS menjadi fitur utamanya.

PKS Adalah Fitur Masa Depan Indonesia.

Hal ini dikarenakan 2 hal : Ide besar dan great performance. Semua ini ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi Indonesia akan memimpin republik ini.

Banyak orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem. Partai yang bisa memberikan solusi untuk sampah: adalah masa depan. 230 juta penduduk Indonesia dan terus bertambah, membutuhkan lapangan kerja, mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa memberikan solusi untuk pengangguran: adalah masa depan.

PKS Adalah Simbol Dari Ide-ide Besar dan Kinerja-kinerja Besar.

Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris, berfikir tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno memikirkan revolusi. Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan. Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada “narasi besar” dalam fikiran mereka.

Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan. PKS adalah matchmaker, PKS mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang mengeliminsai kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang mengeliminasi demokrasi.

Jika PKS Bisa Mewujudkan Sintesa Ini, Maka Kita adalah Masa Depan

PKS menggabungkan orde lama yang adil tapi tidak makmur, dan orde baru yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini adalah Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program “PKS mendengar”, sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu “PKS bicara”

Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:

Tuhan,

Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.

Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu

Kita adalah Simbol Perekat yang Akan Memimpin Reformasi.

Lidi kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS sebenarnya, tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan. Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu dimana tempatnya.

KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.

Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian disana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat seluruh warga Indonesia peduli, itu baru cukup.

Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh atau acara seperti ini, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan memimpin acara, tak ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan berbicara diantara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.

Maka Matchmaker Ini Harus Dibarengi Dengan Satu Kemampuan Lain: Inovator

Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah kita dan langkah orang lain, bahkan langkah semua orang di republik ini. Seorang ulama dakwah menyatakan : “Jika satu jama’ah itu hanya dipenuhi oleh massa yang banyak, maka jama’ah itu akan punya jangkauan tangan dan kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang pendek, sehingga sering tersandung dan jatuhlah jama’ah itu. Sebaliknya jika sebuah jama’ah itu hanya punya massa yang sedikit, meskipun banyak intelektual maka jama’ah itu akan memiliki jangkauan mata yang luas tetapi jangkauan tangan yang pendek, sehingga hanya bisa berangan-angan tapi kemudian bersedih”

Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan mewariskan kesedihan.

Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib, santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua.

Mengapa Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu, bahwa al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap dimensi kemanusiaan yang terjadi dikalangan sahabat. Bahwa wahyu selalu mendahului langkah kaki para sahabat.

Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: “inna fatahna …” -jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan aman. DR. Said Ramadhon al Buthi dalam Fiqhu Shirah menjelaskan bahwa pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu apa arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian dan tersadar bahwa Al-Qur’an telah mendahului mereka.

Perang Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal, Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda. Kenyataannya setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan Hamzah bin Abdul Mutholib -paman nabi, Mush’ab bin Umair -sahabat yang sangat dicintai Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian menghinakan, tetapi turun ayat “laa khoufu, walaa tahzanu…”

PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat non-muslim akan mengatakan: “Perbedaan agama sudah tidak relevan sekarang”, dan masyarakat Muslim akan mengatakan: “Memang andalah yang menampilkan Wajah Islam dengan benar”

7 Kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal sebagaimana antum hafalkan al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan & senyuman, kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader dakwah.

Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Kholid bin Walid, mereka tidak pernah bertanya strategi, taktik, tahapan seperti apa. Berperang bersama akh Kholid saja itu sudah cukup. Begitulah semangat dengan keyakinan.

Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh para pendeta, pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada musuh Allah itu: “Dengan izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku”, sambil membaca do’a yang setiap hari kita baca dalam ma’tsurat: “Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’ wahuwas samii’ul ‘aliim”

Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, maka mereka akan mati kelaparan.

Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS, maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.

Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di daerah, bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka: “Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang mudah”. Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan kita apalagi jika keadaan kita besok lebih baik daripada sekarang ini?

Sekarang ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca Mukernas (di Bali) bahkan orang partai lain sudah berfikir: “PKS sudah masuk kandang kita”. Top ten media adalah Mukernas, 5 dari narasumber terbanyak yang dihubungi selama pekan ini oleh media adalah PKS.

Dan Ini Semua Hanya ‘Isyarat Pendahuluan’.

Sejarah seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat 20, 30, 40 tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini kepada cucu-cucu kita, “Dahulu kala.. ada sebuah partai..”. Maka ending cerita ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.

Sepanjang tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan pertanyaan yang sama: “Apakah anda ingin membuat partai lagi jika PKS tidak lolos ET?”, maka saya menjawab: “jika 1999 kemarin kita tidak lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan serta Kehormatan”

Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin, kemudian pertanyaan itu sekarang berubah: “Apakah PKS siap memimpin republik ini?”… kita menjawab: “20% adalah cerita yang kita buat hari ini”.

Disampaikan oleh : M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasinal PKS) pada Sosialisasi Pemilu Wilayah Dakwah WIJAYA (Jawa Tengah & Yogyakata) Semarang, 17 Februari 2008

Sumber: http://anjas.wordpress.com/2008/07/17/partai-keadilan-sejahtera-pks-adalah-masa-depan-indonesia/

Persembahan PKS Untuk Indonesia


Pada kesempatan itu, Walikota Bankstown, Councillor Tania Mihailu, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat menghargai acara yang sesuai dengan semangat multikultural yang menjadi ciri khas kota Bankstown itu sendiri.

PK-Sejahtera Online: Dalam rangka menyambut HUT RI ke 63, Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera wilayah Australia New Zealand (PIP-PKS ANZ), menyelenggarakan Indonesia Day 2008 di Paul Keating Park, Bankstown, NSW. (9/8).

Kegiatan yang bertemakan "Celebrate the vibrant culture of Indonesia"
ini dibuka secara resmi oleh Sudaryomo Hartosudarmo, selaku
Konsul Jenderal RI Sydney.

Pada kesempatan itu, Walikota Bankstown, Councillor Tania Mihailu, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat menghargai acara yang sesuai dengan semangat multikultural yang menjadi ciri khas kota Bankstown itu sendiri.

Hadir pula pada acara ini Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba beserta sejumlah rombongan. Selain membuka stand pameran Halmahera Selatan, rombongan Halmahera Selatan juga berkesempatan untuk bertemu dengan Bankstown City Council didalam usahanya untuk menjajagi exchange of information antara kedua kota dalam bidang perencanaan tata kota, waste management, pendidikan, kesehatan dan riset.

Ketua PIPPKS ANZ Erman Syaffebian, menyatakan bahwa ada dua hal yang menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan Indonesia Day ini, yaitu untuk
mewujudkan dan menjaga keterikatan emosional generasi muda Indonesia
di Sydney terhadap tanah airnya sehingga mampu menjadi duta bangsa
yang berfungsi sebagai jembatan antara Australia dan Indonesia, dan
juga untuk merintis upaya mediasi antara pemerintah daerah di berbagai
penjuru Nusantara untuk melakukan kerjasama dengan berbagai
pemerintahan daerah di berbagai kota di Australia dan New Zealand.

Acara yang diperkirakan dihadiri oleh kurang lebih 1500 pengunjung ini,
dimeriahkan oleh lomba busana daerah, seni bela diri pencak silat
"Tapak Suci", tarian Pendet dari Bali, tarian Bondan dari Jawa Tengah,
serta penampilan band Garis yg menampilkan perpaduan gamelan
tradisional dan seni kontemporer.

Berbagai stand makanan Indonesia, seperti mie kocok dan siomay Bandung, nasi gudeg Jogja, martabak, nasi dan sate Padang dan lain lain, juga ikut menyemarakan acara ini. Sedangkan stand pelayanan informasi diikuti oleh stand PIP-PKS ANZ, stand budaya dan hasil alam Halmahera Selatan, stand media TV SBS, dan stand buletin Indomedia. (my/anz)

Sumber: www.pk-sejahtera.org

Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku


Sebagai puncak acara dari kegiatan “Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku” ini, pada Kamis, (14/8) pukul 08.00-10.30 WIB 13.00 perempuan PKS beserta tokoh masyarakat dan artis ibukota akan membagikan bendera merah putih di bundaran HI Jakarta.

PK-Sejahtera Online: Momentum kemerdekaan 17 Agustus selalu mendatangkan semangat baru bagi bangsa Indonesia. Pada peringatan 63 tahun kemerdekaan Indonesia tahun ini, semangat tersebut diarahkan pada semangat untuk melakukan perubahan dalam seluruh aspek kehidupan.

Perempuan tak bisa dipungkiri merupakan bagian integral terbentuknya sejarah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa pada masa kolonial para perempuan Indonesia berjuang dengan cucuran keringat dan darah untuk mendapatkan hak-hak pribadinya, baik hak untuk memperoleh kemerdekaan, pendidikan, maupun hak untuk berkonstribusi dalam wadah organisasi. Perjuangan itu, pada hakekatnya adalah upaya untuk mengubah sistem yang menganggap kelas sosial perempuan lebih rendah daripada lawan jenisnya.

“Perempuan PKS adalah bagian dari elemen masyarakat Indonesia. Berkonstribusi tanpa mengenal lelah adalah keniscayaan bagi kami” Ujar Ledia Hanifa, Ketua DPP PKS Bidang Kewanitaan. Untuk itu melalui momentum 63 tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, perempuan PKS, menyelenggarakan kegiatan dengan tema “Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku” di 33 Provinsi di Indonesia. Melalui aksi ini, perempuan PKS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan dan mengobarkan semangat nasionalisme yang memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia.

Sebagai puncak acara dari kegiatan “Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku” ini, pada Kamis, (14/8) pukul 08.00-10.30 WIB 1300 perempuan PKS yang terdiri dari kader, anggota legislatif, fungsionaris, dan simpatisan, beserta tokoh masyarakat dan artis ibukota akan membagikan bendera merah putih di bundaran HI Jakarta. Dalam acara tersebut juga akan digelar panggung aksi yang terdiri dari paduan suara lagu-lagu daerah dan kebangsaan, pantomim, puisi, orasi kemerdekaan, dan parade budaya Indonesia.

Mengapa “Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku”? “Sejuta adalah angka psikologis. Untuk rakyat Indonesia, angka sejuta masih bilangan besar. Banyak rakyat Indonesia yang belum pernah melihat atau memiliki uang sejuta. Karena itu, substansi aksi adalah PKS ingin membagi sejuta harapan pada bangsa ini. PKS ingin berkontribusi menyelesaikan sejuta persoalan yang membelit negara ini. PKS ingin menunjukkan sejuta kepedulian pada rakyat. PKS ingin menunjukkan sejuta karya dan cinta pada tanah air ini.” Ungkap Dwi Septiawati, Ketua Departemen Pemberdayaan Wanita DPP PKS, sekaligus penanggungjawab aksi ini.

Adapun langkah pertama yang dilakukan perempuan PKS guna membuktikan sejuta merah putihnya adalah dengan membulatkan tekad dan komitmen cinta tanah air melalui kesiagaan untuk menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa, menjaga kekayaan alam untuk rakyat, dan menghormati kearifan budaya lokal.

Sumber: www.pk-sejahtera.org



Sekjen PKS Sosialisasian 8 Amanat Pemenangan Pemilu 2009

Ada tiga alasan mengapa PKS harus menang. Pertama, kemenangan kita merupakan amanat langit yang harus ditunaikan. Kedua, kemenangan PKS merupakan panggilan hati nurani rakyat dan ketiga negeri ini butuh tenaga, pemimpin baru dan semangat baru bagi kebangkitan bangsa ini.


PK-Sejahtera Online: Sekitar 10 ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung tumpah pada agenda Konsolidasi Tausiyah dan Launching Calong Anggota Dewan (CAD) PKS Lampung, (8/8), di Lapangan Korpri Pusat Pemerintahan Provinsi Lampung.

Anis Matta dalam Tausiyahnya mengatakan, PKS pada pemilu 2009 harus menang. Menurutnya, ada tiga alasan mengapa PKS harus menang. Pertama, kemenangan kita merupakan amanat langit yang harus ditunaikan. Kedua, kemenangan PKS merupakan panggilan hati nurani rakyat dan ketiga negeri ini butuh tenaga, pemimpin baru dan semangat baru bagi kebangkitan bangsa ini. Maka dari itu, regenerasi merupakan satu keniscayaan bagi negeri ini.

Anis juga memaparkan, cara kampanye yang tepat untuk meraih kemenangan itu. Pertama, seluruh kader menjalankan delapan amanat yang di buat oleh Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN) dan kader harus melampirkan doa-doa dalam sujud, puasa demi kemenangan partai dawah ini.

Delapan amanat yang dimaksud adalah mendekatkan diri kepada Allah dan niat mengikhlaskan setiap amal yang dilakukan kader, mengingkatkan soliditas sesame kader, lebarkan struktur partai ke seluruh jengkal republic Indonesia, memperbanyak silaturahmi, menebarkan senyum dan salam perdamaian pada siapa saja dan kapan saja.

Selanjutnya, melayani warga dengan kecintaan dan ketulusan, menampung masukan san saran masyarakat dan tingkatkan hubungan pada insane media. “Inilah alat-alat untuk meraih kemenangan partai ini. Setelah semua ini kita lakukan, biarlah Allah yang menentukan kemenangan kita,” ujar dia.

Ia mengatakan, ke delapan amanat TPPN ini dibuat tepat pada tanggal 8 dan pukul 08.00 WIB saat menghadiri acara Launching nomor urut delapan PKS pada pemilu 2009 mendatang. “Saya merasa, amanat ini harus tersebar pada seluruh kader PKS di tanah air ini,” ungkap Ketua TPPN.

Usai penyampaian Tausiyah Anis Matta, 100 CAD PKS Lampung mengikrarkan dan menandatangani Pakta Integritas. Ikrar Pakta di pimpin ketua Wilayah Dawah (Wilda) Se-Sumbagsel Syahfan Badri yang didampingi ketua umum DPW PKS Lampung Ahmad Jajuli.

Inti dari penandatangan Pakta Integritas itu, CAD PKS diharapkan berjuang mengerahkan segenap kemampuan dirinya untuk memperjuangkan nasib rakyat demi kemaslahatan umat dan tetap bekerja sesuai dengan flatform yang telah ditentukan PKS. Jika kesepakatan ini dilanggar, maka CAD harus bersedia menerima sanksi yang telah dijatuhkan partai.[Amah Wildan]

Sumber: www.pk-sejahtera.org

10 Agustus 2008

Hidayat Minta SBY Tolak Tegas Permintaan Kongres AS


Jakarta - Ketua MPR Hidayat meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)secara tegas menolak permintaan kongres Amerika Serikat agar membebaskan tahanan Orgasasi Papua Merdeka (OPM).

"Pemerintah harus secara tegas menolak karena kita punya kedaulatan hukum. DPR juga ikut menolak," kata Hidayat usai melakukan orasi politik pada seminar nasional pemuda dan mahasiswa di kampur UI Depok, Minggu (10/8/2008).

Hidayat menilai permintaan kongres AS itu sebagai bentuk campur tangan asing atas kedaulatan Indonesia. "Saya harap pemerintah tidak ragu," tegas Hidayat.


Sumber:

http://www.detiknews.com/read/2008/08/10/125313/985932/10/hidayat-minta-sby-tolak-tegas-permintaan-kongres-as

08 Agustus 2008

PKS Luncurkan Nomor 8








PKS meluncurkan nomor 8, nomor urutnya dalam Pemilu 2009 di ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jum'at (8/8). Petinggi PKS dan Caleg PKS DPR RI hadir. Takbir pun tak henti bergema.



Sumber:
http://foto.detik.com/readfoto/2008/08/08/114629/985143/157/1/pks-luncurkan-nomor-8


Balon Berangka Delapan






DPW PKS Sulawesi Selatan melaunching no urut partainya dalam PEMILU 2009. Sumber: http://foto.detik.com/readfoto/2008/08/08/150834/985302/157/1/balon-berangka-delapan

PKS: PhD Hanya Untuk Database Partai, Bukan Syarat Capres


Jakarta - Presiden PKS Tifatul Sembiring meluruskan isu tentang calon presiden (capres) harus bertitel doktor atau PhD. Ia menegaskan, PKS tidak pernah membuat kriteria PhD sebagai syarat Capres. PKS hanya mendata kader-kadernya yang bergelar PhD. "Bukan untuk capres, kita mendata 300 PhD itu telah bergabung dengan PKS dan siap bertugas di birokrasi," kata Tifatul Sembiring saat dihubungi detikcom, Kamis (5/8/2008). Tifatul menjelaskan pendataan tidak hanya dilakukan untuk PhD, tetapi juga dilakukan untuk lulusan S-1. "Dari 800.000 kader PKS, itu 80% nya adalah lulusan S-1," ungkapnya. Mengenai syarat pendidikan capres, Tifatul menjelaskan PKS mengajukan minimal capres adalah lulusan S-1, tidak perlu PhD. "Nanti kalau harus doktor, hanya SBY yang bisa mencalonkan," candanya. Isu soal capres harus bertitel PhD berkembang setelah Tifatul menjawab pertanyaan wartawan apakah kader PKS mampu memimpin bangsa ini. Mendapat pertanyaan tersebut, Tifatul menyatakan, PKS akan menyeleksi 300 kader PKS yang bergelar Phd, lulusan luar negeri, termasuk Hidayat Nur Wahid. (rdf/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/08/05/171706/983431/10/pks-phd-hanya-untuk-database-partai-bukan-syarat-capres

05 Agustus 2008

Warga Tambora Histeris Cium Tangan Ketua MPR


Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Lokasi yang dikunjungi Hidayat merupakan lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
PK-Sejahtera Online: Kunjungan Ketua MPR RI DR Hidayat Nurwahid, MA di di Rt 15 Rw 02 Kelurahan Duri Utara, Tambora Jakarta Barat diwarnai kericuhan. Kericuhan bukan karena warga yang tidak kebagian sembako dan semen. Tapi ada salah seorang ibu histeris ingin mencium dan memeluk mantan Presiden PKS itu.

Usai memberikan sambutan di hadapan warga yang menjadi kebakaran dan menjawab beberapa pertanyaan wartawan, Hidayat pamit karena akan mengikuti kegiatan selanjutnya. Tak diduga seorang ibu yang belakangan diketahui kehilangan akal sehatnya itu, langsung menyelinap barisan wartawan dan merebut tangan Hidayat. Kontan saja warga sebagian warga langsung menarik tangan ibu tersebut.

Ketua MPR RI yang kaget lantas melerai kericuhan dengan menenangan ibu tersebut. “Coba dibantu…dibantu ini,” katanya sambil mengangkat tangan sang ibu yang hampir pingsan.

Tak hanya ibu-ibu yang mau mencium tangan Ketua MPR RI, sejumlah pemuda yang menghantarnya ke mobilnya saat akan pulang juga sempat memeluk dan meminta rekannya mengambil foto. Dengan senyum khasnya, Hidayat berpose dengan pemuda tanggung itu. Sambil pamit dengan warga, Hidayat memasuki mobil dan lansung pergi.

Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Hidayat merupakan anggota DPR RI asal fraksi PKS Dapil II yang meliputi Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Pada acara tersebut, Hidayat berbincang dan memberikan bantuan kepada 200 kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan 270 sak semen.

Selain oleh warga Tambora, acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD DKI Jakarta asal PKS Ir Arkeno, Ketua RW 02, Lurah Duri Utara dan wakil Camat serta ratusan warga Tambora.

Kepada warga Kecamatan Tambora yang menjadi korban kebakaran, Hidayat meminta agar mengambil hikmah atas apa yang terjadi. Selain itu Hidayat juga meminta agar warga memperhatikan keselamatan lingkungannya.

Sumber : www.pk-sejahtera.org





Search My Site











Majelisn MK: Pasal 58 Akan Menimbulkan Ketidakpastian Hukum

KabarIndonesia - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan calon yang masih menjabat (incumbent) tidak perlu mundur dari jabatannya dalam mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) menyusul dikabulkannya permohonan sebagian Gubernur Lampung, Sjachroedin Z

Ketua Majelis Hakim Konstitusi HAS Natabaya mengatakan untuk menghindari konflik kepentingan, calon yang sedang menjabat seharusnya cukup diberhentikan sementara, sejak pendaftaran sampai dengan ditetapkannya calon kepala daerah terpilih oleh KPU.

Sebelumnya dilaporkan, Gubernur Lampung mengajukan uji materi Pasal 58 huruf q UU Nomor 12/2008 dan penjelasannya, serta Pasal 233 ayat (2) Nomor 32 tahun 2004, karena telah merugikan konstitusionalnya.

Dengan pemberlakuan pasal tersebut, dia harus mengundurkan diri secara permanen dari jabatannya sejak mendaftarkan diri sebagai calon dalam pilkada.

Majelis Hakim Konstitusi berpendapat syarat pengunduran diri bagi calon yang sedang menjabat sebagaimana diatur dalam Pasal 58 huruf q UU Nomor 12/2008, menimbulkan ketidakpastian hukum atas masa jabatan kepala daerah, yaitu, lima tahun.

"Sekaligus perlakuan yang tidak sama antarsesama pejabat negara, sehingga dapat dikatakan bertentangan dengan Pasal 28 D ayat (1) UUD 1945," katanya dalam persidangan UU 12/2008 tentang Pemerintahan Daerah, Senin (4/7).

Pada Pasal 58 huruf q UU tersebut menyebutkan, "mengundurkan diri sejak pendaftaran bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang masih menduduki jabatannya". Kemudian penjelasannya pasal tersebut menyebutkan, "pengunduran diri gubernur dan wakil gubernur dibuktikan dengan menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali, disertai dengan surat persetujuan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden".

"Penjelasan itu semakin menunjukkan adanya pengaturan yang tidak proposional yang menimbulkan ketidakpastian hukum," kata Natabaya.


Sumber : www.kabarindonesia.com

02 Agustus 2008

Kaderisasi di Partai Keadilan Sejahtera

Banyak Partai Politik yang saat ini seperti bingung dalam penetapan calon anggota legislatif ataupun calon eksekutif pada partainya, Hal ini juga bisa dilihat pada Partai-partai besar terutama menjelang Pemilihan Umum seperti saat ini. Mereka dengan alasannya sebagai partai yang terbuka dengan membuka pendaftaran caleg-calegnya. Padahal hal ini bisa jadi untuk menutupi ketidakberdayaannya dalam proses pengkaderan di tubuh partainya. Sehingga tidak aneh jika saat ini marak kasus yang melibatkan beberapa anggota DPR, baik kasus suap, pelecehan seks, korupsi dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena sejak awal perekrutan mereka menjadi caleg, banyak dari mereka yang bukan berasal dari proses pengkaderan sebuah partai, tetapi semata-mata hanya ingin mencari kedudukan dan posisi saja.

Tetapi hal ini Insya Allah tidak pernah terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera, karena partai ini benar-benar dan sungguh-sungguh dalam proses pengkaderan anggota-anggotanya. Proses tersebut diantaranya adalah dengan membuat kelompok-kelompok kecil untuk proses tarbiyah (pendidikan). Sehingga hasilnya akan lebih efektif. dan para kader mempunyai moral dan integritas yang tinggi sebagai seorang yang memiliki sebuah tanggung jawab.

Rekaman Percakapan di dalam Cockpit ADAM AIR KI 574 yang jatuh di Laut Sulawesi Pada Tanggal 1 Januari 2007

Ini dia rekaman yang akan membuat kita merinding dan pasti akan ingat akan kebesaran Allah SWT, rekaman ini adalah rekaman pembicaraan di dalam cokpit pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI-574 yang jatuh di perairan Sulawesi.

Berikut adalah percakapan antara pilot dan co-pilot di dalam cockpit :

Dari menit pertama rekaman terdengar background percakapan dicockpit suara ATC makasar sedang berbicara dengan psawat lain yakni TGN 461 (trigana four six one), atc memberi info kpada 461 bahwa saat itu visibility (jarak pandang) di bandara hasanuddin sekitar2-3 kilometer (two up to three kilomike/kilometres), angin dari arah 290 derajat 07 knots (wind at two nine zero degrees at zero seven knots)…etc etc (diantaranya atc menawarkan pada TGN mau membuat approach to land atau tetap holding pada posisi 11miles)

Menit ke 2.25 pada rekaman captain pilot adam memerintahkn co-pilot agar confirm posisi mereka pd atc makasar..

pilot: coba confirm posisi aja, confirm on radial sekian..124(one two four) DME(distance measuring equipment adlh alat bantu navigasi didarat yg menentukan jarak pesawat dengan station di mana peralatan DME tersebut berada, dlm hal ini adam 574 berada 125 Nautical miles dr MKS VOR/DME)

atc: go ahead,rojer adam 574(five seven four)position 125 dme mks(mike kilo sierra) crossing radial 307(three zero seven)..

pilot: thats confirm, thats confirm…bnr kan ngaco, ngaco ni FMS sama EFIS (instrument dipesawat yg mengindikasikan jarak, CMIIW)

Pada awal2 rekaman itu mereka masih berusaha untuk align actual position, mereka lagi ngomongin DME yang beda MKS (Mike Kilo Sierra) Makassar,

bisa didenger dari kata2 capt: “makanya gue liat lagi kok DME nya beda sama DME gambarnya ini, udah ngaco dia emang, udah mulai kapal bambu ini, mendingan kita percaya sama ini aja deh..”

ada kata2 capt juga yang bilang, “FMS telah mengacaukan dirinya sendiri”

terus ada kata2 “gue (kalo gak salah denger) terbangnya melanglang buana”

mereka coba untuk terbang manual ada kata2 capt yang bilang “coba ini aja, aaaaa gue pake ini aja deh terbangnya, pakeeee IRS nya taro di attitude”,

copilot “yes”……

capt “taro di attitude aja deh”,

copilot “yang left?”

pada saat itu terdengar autopilot disengage, karena otomatis kalo IRS di switch ke ATT autopilot bakal mati… pada saat autopilot mati mulai kedengeran alert “banking banking banking” yang artinya pesawat terlalu miring ke kiri ato ke kanan melebihi batas wajarnya..

kayaknya mereka gak sadar, soalnya capt nya teriak panik “jangan di belokin nih!”

di situ suasananya udah mulai kacau dan panik kayaknya, kedengeran dari suara copilot yang ngadu ke kaptennya “captain captain captain”

pada saat itu terdengar juga suara peringatan kalo pesawat overspeed, terdengar lagi aduan si copilot “aduh capt capt capt.. yah yah”

sisanya mereka ngucap “allahu akbar” pasrah, dan sisanya teriak diiringin suara windshield yang makin kenceng, dan mungkin ada body pesawat yang udah patah karena gak kuat nahan beban pesawat.

Tentu kawan-kawan masih teringat dengan kecelakaan pesawat Adam Air di awal tahun 2007 yang lalu. Ya, pada 1 Januari - Adam Air Penerbangan 574 dari Jakarta - Manado via Surabaya jatuh di sekitar Selat Makassar. Tercatat 102 orang tewas seketika (96 penumpang dan 6 awak pesawat).

Biasanya, kita tidak pernah bisa mendengarkan isi Blackbox pesawat yang mengalami kecelakaan. Namun, entah bagaimana caranya, ternyata rekaman Blackbox pesawat Adam Air 574 itu ternyata bisa didengarkan. Adalah seorang anggota Kaskus.com dengan nickname exc@libur yang kemarin membuat link ke rapidshare tentang rekaman pembicaraan itu.


TRANSLATE LENGKAP REKAMAN..

(WARNING sound) : PULL…

Voice on DHI 574 cockpit : ini —-

ATC : trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?

in the background (Adam’s pilot chatting: —- —– headingnya…..ini posisinya dia, di sono…. iya 21 mile) .

TGN 161 : say again sir?

ATC : trigana 161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots, runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding waiting for weather improvement?

TGN 161 : affirmative, we are make holding

ATC : roger, trigana 161, now fly heading… ee… two six zero expect holding on one five miles mike kilo sierra, radial three one zero mike kilo sierra…

in the background (Adam’s pilot chatting: —- —– —–, ujung pandang…. bos…. ujung pandang jelas?)

Voice on DHI 574 cockpit : aiyyah…. cuaca di mike kilo sierra (means…. Makassar… ampun deh)

TGN 161 : —-heading 260, 15 miles holding, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : loh, ini DMEnya nih yah…
iya makanya juga ngaconya disitu
nah, ini mike kilo sierra
yah…

ATC : adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?

DHI 574 : affirm
mach 74 maintaining 070…

Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074
anginnya dah mulai normal lagi
iyah….

ATC : Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot’s name)
selamat tahun baru mas….

DHI 574 : Gatu
ok dicopy, disampaikan nanti, Insyaallah….

Voice on DHI 574 cockpit : —- koq DMEmu beda sama DME gambarnya ini
iyah…
ngaco dia tuh brarti
dah ngaco dah emang …dah ngaco
udah mulai gambar bambu ini
udah, kita percaya ama ini aja deh…
hehehe… iyalah….
—- cewe-cewe
makanya, terlalu jauh banget
—-
___noise___
salah lagi ini dia….
—-
iya nih
coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu

(on the background, FO calling ATC)

ATC : go ahead

—- : —- —-

DHI 574 : roger… adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra

Voice on DHI 574 cockpit : ok….. that’s confirm… that’s confirm
affirm
iya khan.. ngaco
ngaco FIDSnya udah —-, FMSnya…
FMS telah mengacaukan dirinya sendiri… UEDANN opo…
oi terbangnya melanglang buana eh….

TGN 161 : trigana 161, maintain visibility now

ATC : standby one

Voice on DHI 574 cockpit : ini aja kep yah
coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake —- audio altitude
yes
yah ini aja

TGN 161 : Trigana 161 request visibility now?

ATC : standby one

TGN 161 : standby

Voice on DHI 574 cockpit : masuk ke….
fail aja
fail?
yah, vault aja nih
—-
ntar attitude (or) altitude aja nih
ada semua —- cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)
attitude (or) altitude? nggak..
yang laen…

ATC : trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots

Voice on DHI 574 cockpit : (Adam’s AM: klo angin dan headingnya saja, masukin ini …)

TGN 161 : copied, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : —- SELCAL dan altitude
masukin ini
heading brapa nih kep? (FO asking)
zero… zero seven nine yah (captain)
iya
masukin ini keatas

TGN 161 : trigana 161, request ILS.. visual at runway 13

ATC : trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13

Voice on DHI 574 cockpit : ini kep?
taro NAV lagi….

TGN 161 : trigana 161, ….descent to two thousand confirm?

(in the background, warning sound ….—-….)

ATC : affirm

Voice on DHI 574 cockpit : taro NAV lagi, taro NAV lagi….

TGN 161 : descent to two thousand, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : yes?
taro NAV lagi (in the background, WARNING sound …. —- …. WARNING alarm)
taro NAV lagi
NAV!…… ok kep?
JANGAN DIBELOKIN Nih… kita —- —–
captain, captain, captain…
(WARNING sign…. ticking….)
aduh kep, kep, kep….
ya, ya…
Allahuakbar……. Allahuakbar…….. Allahuakbar…….. Allahuakbar……..

DHI 574 : Mayday…..

Voice on DHI 574 cockpit : argh…
Allahuakbar….

DHI 574 : MAYDAY… MAYDAY…!!

Voice on DHI 574 cockpit : Allahuakbar….
allahuakbar….
(…sounds like windshield kracking…)
argh…
allahuakbar….

NB :
- DHI …. ICAO Code for Adam Air, such as GIA (Indonesia), MNA (Merpati), TGN (Trigana), LNI (Lion)
- Mike kilo sierra = MKS …. Alat bantu navigasi (VOR) di Ujung Pandang
- ATC …. Air Traffic Controller. Dalam percakapan ini adalah suara dari Ujung Pandang Approach (UPG APP).
- DME = Distance Measuring Equipment….. alat bantu penentu jarak ke station tertentu.
- DIOLA…. DR/Dead Reckoning point. Koordinat pada titik tertentu di bumi (used for navigation).
- FO = First Officer…. Copilot.
- FMS = Flight Management System…. Komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tsb.

Translate rekaman ini diambil dari forum sebelah… ini mungkin garis besarnya saat di rekam..
- Rekaman ini ditranslate dengan semaksimal mungkin, dengan meminimalisir suara-suara yang tidak jelas (daripada menimbulkan keraguan / salah persepsi dalam penerjemahan).

Miracle of Adzan

Tahukah kita bahwa ternyata Adzan (panggilan/seruan) untuk kita melakukan sholat tiap harinya tidak pernah berhenti selama 24 Jam di bumi ini. Contohnya begini ketika di Indonesia Timur (WIT) sedang berkumandang Adzan Ashar, maka kita di Jakarta (Indonesia Barat WIB) atau waktu yg sedikit berbeda dengan Jakarta sudah mulai lagi berkumandang Adzan Isya, sedangkan di Indonesia bagian tengah (WITA) tengah berkumandang Adzan Magrib, dan begitu seterusnya melewati tiap bagian waktu bumi ini selama 24 jam non stop hingga nanti hari Akhir. Adzan itu terus berlangsung sambung menyambung tiap harinya. Subhannalllah ..., Maha Suci Allah yang telah memerintahkan kita sholat 5 Kali sehari semalam. Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga Sholat ini, Mahasuci Allah, Subhannallah ..., Allahu Akbar ...










Search My Site








31 Juli 2008

Penolakan PKS terhadap Inu Kencana

Siapa kenal Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, atau Tifatul Sembiring sebelum mereka memimpin PKS? Mereka baru dikenal dan menjadi tokoh popular setelah PKS mengusungnya. PKS tampaknya cenderung menghindari hal yang sebaliknya: mendompleng popularitas tokoh-tokoh luar untuk mempopulerkan partai.


Berbagai media pekan lalu memberitakan bahwa Inu Kencana Syafiie, mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang melamar untuk menjadi calon legislator ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ditolak. Membaca penolakan lamaran PKS di berbagai media, sejumlah petinggi partai politik langsung menawari Inu untuk menjadi calon legislator "nomor peci" (dulu nomor jadi). Bahkan menurut situs berita Inilah.com, setelah ditolak PKS, Inu dilamar 11 partai politik. Dengan kehadiran tokoh sepopuler Inu, secara logika partai-partai yang mengusungnya niscaya akan populer dan, dampaknya, perolehan suara partai dalam Pemilu 2009 akan terdongkrak.

Logika di atas hampir 100 persen diterima oleh partai-partai "konvensional" yang akan berlaga dalam Pemilu 2009 nanti. Popularitas seseorang menjadi jaminan untuk diterima sebagai calon legislator. Bahkan sejumlah partai seperti PAN, PKB, dan PDIP berburu calon legislator populer atau selebriti, seperti dari kalangan artis, tokoh agama, penulis, pebisnis, intelektual, dan lembaga swadaya masyarakat.

Barangkali itulah sebabnya Inu cukup pede melamar PKS. Tapi sayang, PKS punya pandangan yang berbeda dengan partai-partai lain.


Logika partai kader
Sebagai partai kader, PKS punya logika yang berbeda dengan partai-partai lain, seperti PBB, PKB, dan PDIP. Bagi PKS, ketokohan dan popularitas seseorang bukan sesuatu yang amat penting. PKS mengandalkan jalannya mesin partai dari "energi kader". Karena itu, ketokohan, popularitas, dan kekayaan seseorang bukanlah faktor utama dalam menentukan calon legislator baik di DPR maupun DPRD.

Bahkan, lebih jauh lagi, karena pengkaderan PKS berbasis Islam, justru PKS menghindari orang-orang yang thoma' (tidak ikhlas) dan ujub (pamer) untuk dipilih sebagai calon legislator. Sebab, orang-orang yang thoma' dan ujub dalam pandangan Islam adalah orang-orang buruk dan tidak akan bisa memegang amanah.

Bagi PKS yang partai kader, suara kader jauh lebih berharga ketimbang popularitas dan ketokohan seseorang. Bahkan ketokohan dan popularitas seseorang, menurut sumber di PKS, bisa berakibat buruk terhadap "mekanisme sistemik dari bekerjanya mesin kader PKS".

Dari pandangan seperti itulah kita bisa melihat bagaimana cara berpikir dan berlogika orang-orang PKS. PKS, misalnya, berani menampilkan Ahmad Heryawan dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat, padahal Ahmad Heryawan "bukan siapa-siapa" dibanding tokoh-tokoh semacam Agum dan Danny Setiawan di Jawa Barat. Terpilihnya Heryawan membuktikan bahwa kendaraan bermesin kader PKS ternyata mampu bekerja dengan baik, siapa pun pengendaranya. Hal ini, misalnya, tidak hanya terbukti pada pilkada Jawa Barat, tapi juga NTB, Sumatera Utara, dan DKI.

Dalam pilkada DKI, misalnya, PKS berani mengusung Adang Daradjatun, tokoh yang kurang dikenal massa Jakarta sebelumnya, dibanding Sarwono Kusumaatmadja, Rano Karno, dan lainnya yang saat itu berharap dipilih jadi calon gubernur oleh partai politik. Meskipun demikian, Adang, yang sebelumnya kurang popular, berkat energi kader PKS, perolehan suaranya hanya berselisih sedikit dibanding gubernur terpilih Fauzi Bowo, yang didukung oleh semua partai kecuali PKS.

Dari fenomena itulah, terlihat kenapa PKS tampaknya tidak pernah tergiur oleh ketokohan dan popularitas seseorang untuk dijadikan calon legislator. Bagi PKS, yang terpenting adalah bagaimana penilaian kader terhadap "calon-calon"-nya, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif. Dalam kaitan dengan ini, PKS punya mekanisme tersendiri untuk menempatkan kader-kadernya di legislatif maupun eksekutif, dan mekanisme ini dibangun atas kesepakatan kader dan pimpinan. PKS, kata Wahyudin Munawir, salah seorang anggota DPR RI dari PKS, lebih percaya kepada sistem ketimbang ketokohan seseorang.

Siapa kenal Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, atau Tifatul Sembiring sebelum mereka memimpin PKS? Mereka baru dikenal dan menjadi tokoh popular setelah PKS mengusungnya. PKS tampaknya cenderung menghindari hal yang sebaliknya: mendompleng popularitas tokoh-tokoh luar untuk mempopulerkan partai.

Dari gambaran di atas, bisa dipahami kenapa PKS tidak terlalu merespons lamaran Inu Kencana. Kader dan pimpinan PKS tentu saja mengetahui kepopuleran dan kebaikan nama Inu. Tapi itu tidak berarti DPP PKS bisa mengubah kesepakatan atau ketetapan yang telah diputuskan partai hanya karena lamaran Inu. Hal ini berbeda dengan partai-partai lain.

Tak sedikit pemimpin partai yang seakan menjadi "godfather"--bisa mengatur penempatan calon legislator, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif, sesuai dengan keinginannya atau keinginan segelintir orang tanpa perlu memutuskannya dalam rapat partai. Ini terbukti dari banyaknya partai yang dengan senang hati menerima dan menghargai "kutu loncat" dan menempatkan sang kutu loncat pada posisi yang terhormat di partai.

Mereka, para kutu loncat itu, dihargai karena faktor ketokohan, popularitas, dan finansialnya. Hal-hal seperti inilah yang sering kadang merusak nama partai di kemudian hari. Sejumlah anggota legislatif yang tertangkap KPK karena kasus suap, misalnya, banyak di antaranya para kutu loncat.


Tentu saja sebagai partai berbasis kader, PKS punya kelemahan dibanding partai berbasis massa. PKS sulit menjadi partai besar seperti halnya Golkar dan PDIP yang berideologi pluralis dan menggunakan cara "pragmatis" untuk membesarkan partai. Meskipun demikian, di saat partai-partai lain tergerus kredibilitasnya oleh skandal korupsi dan seks, kehadiran PKS sebagai partai kader, memberikan nuansa baru.

Dengan kuatnya sistem pengkaderan di PKS yang berasaskan Islam, partai ini sangat tajam penciumannya terhadap gelagat buruk kader-kadernya, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Itulah yang menyebabkan PKS relatif bersih dari isu-isu miring, karena sistem dan mekanisme partai mampu mengeliminasi gejala dan indikasi buruk yang muncul pada kader-kadernya.

Saat ini, di saat bangsa Indonesia rindu pada pembangunan sistem yang bersih dari korupsi, bukan tidak mungkin masyarakat, termasuk yang nonmuslim, cenderung bersimpati kepada PKS pada pemilu mendatang, karena tertarik kepada pembangunan sistem pengkaderan dan mekanisme early warning-nya terhadap korupsi. Namun, jika sekali saja PKS gagal menjaga kredibilitasnya di masyarakat, partai kader ini pun akan ambruk dan hanya menjadi cemoohan orang. Semoga hal terakhir ini tidak akan terjadi!*

Syaefudin Simon,mahasiswa Program Magister Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta

Sumber: www.pk-sejahtera.org

Jangan Coblos No 8 PKS

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan penandaan kertas suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dilakukan dengan men-contreng atau memberikan tanda cek bukan mencoblos seperti pemilu sebelumnya. Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pemilu Endang Sulastri menyatakan, penetapan istilah men-contreng tersebut nanti disesuaikan dengan istilah di daerah masing-masing.

''Kepastiannya men-contreng, tidak dengan tanda lain,'' kata Endang saat ditemui di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, kemarin (29/7).

Sesuai dengan UU Pemilu No 10/2008, Pemilu 2009 tidak lagi mencoblos surat suara. Pemerintah dan DPR menetapkan bahwa pemilu kali ini dilakukan dengan menandai surat suara. KPU telah menetapkan pemungutan suara Pemilu 2009 pada 11 April.

Menurut Endang, sebelum men-contreng ditetapkan, beberapa usul publik meminta agar surat suara bisa ditandai dengan melingkari, memberikan tanda silang, dan men-contreng. KPU akhirnya memilih tanda contreng. "Pertimbangannya sederhana, supaya masyarakat gampang mengingat," lanjut Endang.

Mengenai istilah, KPU menyerahkan sosialisasi yang sesuai dengan kondisi daerah. Beberapa daerah mengenal istilah men-contreng dengan men-centang. Ada juga yang mengenal dengan istilah men-cawang. "Seperti istilah mencoblos, di Papua itu dikenal dengan menikam. Karena itu, istilah disesuaikan dengan apa yang dikenal masyarakat setempat," tambah dia.

Lantas bagian mana yang ditandai oleh pemilih? Menurut Endang, sesuai dengan UU Pemilu, penandaan surat suara Pemilu 2009 bisa dilakukan di logo, tanda gambar, atau juga nama partai. Syaratnya, pemilih hanya boleh menandai kertas suara tersebut satu kali. "Kalau lebih satu kali, tidak sah," terang dia.

Namun, untuk memperjelas, KPU akan mengatur cara penandaan kertas suara tersebut dalam peraturan KPU. Peraturan tersebut nanti diharapkan bisa memberikan panduan kepada pemilih, bagian surat suara mana yang di-contreng. ''Satu atau dua minggu lagi peraturannya selesai,'' katanya.

Secara terpisah, Kepala Biro Logistik KPU Dalail menyatakan, format dan desain surat suara Pemilu 2009 sampai saat ini masih perlu dibicarakan dengan DPR. Meski begitu, untuk kertas nanti, KPU akan menggunakan kertas HVS seberat 80 gram untuk standar idealnya.

''Besar surat suaranya belum ditentukan,'' kata Dalail. Namun, dengan asumsi peserta pemilu mencapai 34 parpol, kertas suara Pemilu 2009 diperkirakan selebar satu halaman koran. (bay/mk)

sumber: Jawapos

30 Juli 2008

Kader dan Simpatisan PKS di Gunung Fuji, Jepang

Ini adalah salah satu kegiatan kader dan simpatisan PKS di Jepang, Acara Rihlah ini sebagai salah satu sarana dalam mentadaburi Ayat-ayat Alloh.
Mahasuci Alloh, Maha Besar Allah yang menciptakan Alam ini. Subhannallah ...