Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nur Wahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nur Wahid. Tampilkan semua postingan

19 Agustus 2008

Hidayat Desak Miranda Goeltom Bicara



Jakarta - Pengakuan mantan anggota Komisi IX Agus Condro menambah skandal DPR yang terkait dengan Bank Indonesia. Ketua MPR Hidayat Nurwahid pun meminta Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom bersikap terbuka. "Karena telah terbuka ke publik, lebih baik Ibu Miranda tidak ragu memberikan keterangan sehingga tidak menjadi bola liar yang tidak jelas," kata Hidayat. Hal itu dia sampaikan usai memberi ceramah di hadapan 5 ribu mahasiswa dalam Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (19/8/2008). Menurut Hidayat, sikap terbuka dari Miranda akan membantu penegakan hukum berdasarkan azas paraduga tak bersalah. Hal itu juga bisa mencegah kasus ini menjadi bola liar yang tidak jelas. "Karena makin tidak jelas, orang makin curiga. Dengan begitu (terbuka), penegakan hukum berdasarkan fakta, bukan rumor," tandasnya. Agus mengaku telah menerima dana Rp 500 juta tidak lama setelah terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior BI. Agus mengaku menerima uang melalui Dudhie Makmun Murod yang saat itu menjadi rekannya sesama anggota Komisi IX DPR.(fiq/gah)

Sumber: www.detik.com

10 Agustus 2008

Biar Tak Senyum-Senyum, Hidayat Setuju Baju Khusus Koruptor

Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid mendukung ide pemberian pakaian khusus bagi koruptor saat bersidang di sidang Tipikor. Hal itu perlu dilakukan untuk membuat efek jera.

"Saya justru setuju ini untuk penegakan kualitas hukum dan efek jera. Jadi bukan sekadar putusannya yang membuat orang tidak melakukan korupsi," kata Hidayat usai melakukan orasi politik pada seminar nasional pemuda dan mahasiswa di kampur UI Depok, Minggu (10/8/2008)

Hidayat menyatakan prihatin selama ini para koruptor justru bisa nampang dan senyum-senyum di depan kamera. Hal ini memunculkan image masyarakat bahwa koruptor itu masih bisa bersenang-senang.

"Sekarang kan membuat prihatin, para koruptop tampil parlente, menor, dan membuat image koruptor masih bisa tebar-tebar senyum, " kata suami Diana Abas Thalib itu.

Menurut Hidayat dengan diberi pakaian khusus, para koruptor akan menjadi malu. Rasa malu ini sangat penting untuk menghilangkan korupsi. "Bagaimana bisa menghilangkan korupsi jika malu sudah tidak ada?" kata Hidayat.(Ari/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/08/10/131455/985943/10/biar-tak-senyum-senyum-hidayat-setuju-baju-khusus-koruptor

Hidayat Minta SBY Tolak Tegas Permintaan Kongres AS


Jakarta - Ketua MPR Hidayat meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)secara tegas menolak permintaan kongres Amerika Serikat agar membebaskan tahanan Orgasasi Papua Merdeka (OPM).

"Pemerintah harus secara tegas menolak karena kita punya kedaulatan hukum. DPR juga ikut menolak," kata Hidayat usai melakukan orasi politik pada seminar nasional pemuda dan mahasiswa di kampur UI Depok, Minggu (10/8/2008).

Hidayat menilai permintaan kongres AS itu sebagai bentuk campur tangan asing atas kedaulatan Indonesia. "Saya harap pemerintah tidak ragu," tegas Hidayat.


Sumber:

http://www.detiknews.com/read/2008/08/10/125313/985932/10/hidayat-minta-sby-tolak-tegas-permintaan-kongres-as

05 Agustus 2008

Warga Tambora Histeris Cium Tangan Ketua MPR


Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Lokasi yang dikunjungi Hidayat merupakan lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
PK-Sejahtera Online: Kunjungan Ketua MPR RI DR Hidayat Nurwahid, MA di di Rt 15 Rw 02 Kelurahan Duri Utara, Tambora Jakarta Barat diwarnai kericuhan. Kericuhan bukan karena warga yang tidak kebagian sembako dan semen. Tapi ada salah seorang ibu histeris ingin mencium dan memeluk mantan Presiden PKS itu.

Usai memberikan sambutan di hadapan warga yang menjadi kebakaran dan menjawab beberapa pertanyaan wartawan, Hidayat pamit karena akan mengikuti kegiatan selanjutnya. Tak diduga seorang ibu yang belakangan diketahui kehilangan akal sehatnya itu, langsung menyelinap barisan wartawan dan merebut tangan Hidayat. Kontan saja warga sebagian warga langsung menarik tangan ibu tersebut.

Ketua MPR RI yang kaget lantas melerai kericuhan dengan menenangan ibu tersebut. “Coba dibantu…dibantu ini,” katanya sambil mengangkat tangan sang ibu yang hampir pingsan.

Tak hanya ibu-ibu yang mau mencium tangan Ketua MPR RI, sejumlah pemuda yang menghantarnya ke mobilnya saat akan pulang juga sempat memeluk dan meminta rekannya mengambil foto. Dengan senyum khasnya, Hidayat berpose dengan pemuda tanggung itu. Sambil pamit dengan warga, Hidayat memasuki mobil dan lansung pergi.

Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Hidayat merupakan anggota DPR RI asal fraksi PKS Dapil II yang meliputi Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Pada acara tersebut, Hidayat berbincang dan memberikan bantuan kepada 200 kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan 270 sak semen.

Selain oleh warga Tambora, acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD DKI Jakarta asal PKS Ir Arkeno, Ketua RW 02, Lurah Duri Utara dan wakil Camat serta ratusan warga Tambora.

Kepada warga Kecamatan Tambora yang menjadi korban kebakaran, Hidayat meminta agar mengambil hikmah atas apa yang terjadi. Selain itu Hidayat juga meminta agar warga memperhatikan keselamatan lingkungannya.

Sumber : www.pk-sejahtera.org





Search My Site