Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan

02 Oktober 2008

Pesan Syawal Presiden PKS

PK-Sejahtera Online:

Assalamu’alaikum wr, wb,

Para pembaca yang budiman,

Matahari Ramadhan akan tenggelam di ufuk Barat, sebersit terbitnya bulan sabit, selepas maghrib menandai datangnya bulan baru, yaitu bulan Syawwal. Lalu apa artinya semua ini, akankah ia akan berlalu tanpa makna, tanpa kesan atau tanpa ada nilai tambah dalam diri dan kehidupan kita.

Sesungguhnya Ramadhan adalah sebuah madrasah. Sekolah yang mendidik kita menjadi manusia yang benar, manusia yang jujur, manusia yang suka menebar kebaikan.

Ramadhan menjadi suatu sarana penguatan hubungan seorang insan dengan Tuhannya. Menegaskan kembali pengakuan terhadap Yang Maha Kuasa. Tanpa keyakinan terhadap Allah swt, maka kehidupan ini hanyalah absurd. Tidak ada kontrol moral yang lekat.

Renungkanlah, siapa sesungguhnya yang tahu betul anda benar-benar dengan jujur telah berpuasa disuatu hari. Yaitu adalah anda sendiri dan Allah swt. Inilah latihan konsistensi diri.

Kedua, makanan yang sudah anda beli dengan gaji halal dan sah. Namun kata Allah swt, jangan dimakan dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Lalu anda tidak memakannya, sekalipun itu milik anda sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang memahami makna puasa, kemudian korupsi? Mencuri?

Setelah anda rasakan lapar yang melilit, tubuh yang lemah, dahaga yang kering, inilah rasanya tak berpunya, inilah rasanya miskin. Bukankah selayaknya kita lebih peduli, siap berbagi. Buktikanlah di Hari Raya Iedul Fithri ini.

Tifatul Sembiring, Presiden PKS

08 September 2008

PKS Keluarkan Inpres untuk Caleg


JAKARTA - Presiden PKS Tifatul Sembiring mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) bagi calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari PKS di seluruh tingkatan baik pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

Menurut Ketua Bidang Humas DPP PKS Mabruri, Inpres itu berisi etika umum dalam berkampanye bagi caleg-caleg PKS. "Isinya lima poin tentang berkampanye," ujar Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/9/2008).

Mabruri menjelaskan, Inpres ini bertujuan untuk mensolidkan para kader serta membangun iklim kondusif di antara para calon anggota legislatif. "Inpres ini ditujukan agar sesama caleg PKS tidak terjadi persaingan yang negatif," tukas Mabruri.


Sumber: http://www.pk-sejahtera.org

01 September 2008

Kampanye Caleg PKS Dijamin Bakal Adil


JAKARTA - Meski berbeda nomor urut dan dukungan dana, seluruh calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak perlu khawatir kalah bersaing dalam mengkampanyekan dirinya.

Pasalnya, Presiden PKS telah menginstruksikan seluruh calon anggota dewan ini agar dikampenyekan secara proporsional dan adil. "Dalam poin ketiga Inpres PKS, struktur diminta mengkampanyekan seluruh calon anggota dewan secara proporsional dan adil," ujar Bidang Humas DPP PKS Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/8/2008).

Kondisi ini tentu berbeda dengan partai-partai lain. Terlebih bagi partai yang menerapkan suara terbanyak dalam menentukan caleg terpilih. Mereka tentunya akan berlomba-lomba untuk mengkampanyekan diri mereka masing-masing.

"Itulah bedanya PKS dengan partai lain. Bahkan, kami diminta untuk lebih menyosialisaikan tanda gambar PKS dan angka 8," tambah Mabruri.
(ful)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/1/141591

PKS Keluarkan Inpres untuk Caleg


JAKARTA
- Presiden PKS Tifatul Sembiring mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) bagi calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari PKS di seluruh tingkatan baik pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

Menurut Ketua Bidang Humas DPP PKS Mabruri, Inpres itu berisi etika umum dalam berkampanye bagi caleg-caleg PKS. "Isinya lima poin tentang berkampanye," ujar Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/9/2008).

Mabruri menjelaskan, Inpres ini bertujuan untuk mensolidkan para kader serta membangun iklim kondusif di antara para calon anggota legislatif. "Inpres ini ditujukan agar sesama caleg PKS tidak terjadi persaingan yang negatif," tukas Mabruri.
(ful)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/1/141590/pks-keluarkan-inpres-untuk-caleg

31 Agustus 2008

PKS Minta Ormas Islam Tak Lakukan Sweeping

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta agar semua pihak menghormati bulan suci Ramadhan. PKS juga meminta agar ormas-ormas Islam tidak melakukan sweeping tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadhan.

"Kalau masalah sweeping serahkan saja pada aparat," ujar presiden PKS Tifatul Sembiring saat dihubungi detikcom, Sabtu malam (30/8/2008).

Namun Tifatul meminta agar pengelola tempat hiburan malam juga menghormati bulan Ramadhan. "Kita himbau juga semua pihak untuk menghormati Bulan Ramadhan, terutama tempat-tempat hiburan malam yang seronok" tambahnya.

Tifatul juga meminta agar seluruh pihak menjadikan momentum bulan suci ini untuk mengintrospeksi diri. Ia berharap agar semuanya lebih meningkatkan amalannya.

"Mudah-mudahan seluruh rakyat Indonesia juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap sesama," pungkasnya.

(rdf/rdf)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/08/31/031609/997536/10/pks-minta-ormas-islam-tak-lakukan-sweeping

05 Agustus 2008

Warga Tambora Histeris Cium Tangan Ketua MPR


Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Lokasi yang dikunjungi Hidayat merupakan lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
PK-Sejahtera Online: Kunjungan Ketua MPR RI DR Hidayat Nurwahid, MA di di Rt 15 Rw 02 Kelurahan Duri Utara, Tambora Jakarta Barat diwarnai kericuhan. Kericuhan bukan karena warga yang tidak kebagian sembako dan semen. Tapi ada salah seorang ibu histeris ingin mencium dan memeluk mantan Presiden PKS itu.

Usai memberikan sambutan di hadapan warga yang menjadi kebakaran dan menjawab beberapa pertanyaan wartawan, Hidayat pamit karena akan mengikuti kegiatan selanjutnya. Tak diduga seorang ibu yang belakangan diketahui kehilangan akal sehatnya itu, langsung menyelinap barisan wartawan dan merebut tangan Hidayat. Kontan saja warga sebagian warga langsung menarik tangan ibu tersebut.

Ketua MPR RI yang kaget lantas melerai kericuhan dengan menenangan ibu tersebut. “Coba dibantu…dibantu ini,” katanya sambil mengangkat tangan sang ibu yang hampir pingsan.

Tak hanya ibu-ibu yang mau mencium tangan Ketua MPR RI, sejumlah pemuda yang menghantarnya ke mobilnya saat akan pulang juga sempat memeluk dan meminta rekannya mengambil foto. Dengan senyum khasnya, Hidayat berpose dengan pemuda tanggung itu. Sambil pamit dengan warga, Hidayat memasuki mobil dan lansung pergi.

Mantan Presiden PKS itu mengunjungi warga Tambora Jakarta Barat dalam rangka mengisi masa reses anggota DPR. Hidayat merupakan anggota DPR RI asal fraksi PKS Dapil II yang meliputi Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Pada acara tersebut, Hidayat berbincang dan memberikan bantuan kepada 200 kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan 270 sak semen.

Selain oleh warga Tambora, acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD DKI Jakarta asal PKS Ir Arkeno, Ketua RW 02, Lurah Duri Utara dan wakil Camat serta ratusan warga Tambora.

Kepada warga Kecamatan Tambora yang menjadi korban kebakaran, Hidayat meminta agar mengambil hikmah atas apa yang terjadi. Selain itu Hidayat juga meminta agar warga memperhatikan keselamatan lingkungannya.

Sumber : www.pk-sejahtera.org





Search My Site











26 Juli 2008

Tidak Perlu Ada Yang Kebakaran Jenggot



Mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid meminta wacana capres tua dan capres muda hendaknya disikapi dengan arif dan bijaksana. Tidak perlu ada yang kebakaran jenggot.

"Bila pernyataan beliau (Tifatul) didudukkan dalam konteks menyeluruhnya dan kemudian disikapi dengan arif dan bijaksana sebagaimana seharusnya seorang capres ya saya kira tidak ada yang perlu kebakaran jenggot. Apalagi kalau tidak punya jenggot, nggak bisa bakar juga," kata Hidayat sambil tersenyum.

Hal ini disampaikan Hidayat usai diskusi bertajuk "Wajah Muslim Indonesia" di Fakultas Ilmu Budaya, UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/7/2008).
Hidayat yakin partainya jelas mengetahui bahwa tidak ada aturan dalam UU maupun UUD yang membatasi umur maksimal seorang capres.

Dijelaskan dia, ada 4 syarat capres sesuai UUD. Pertama, warga negara Indonesia asli. Kedua, tidak pernah menerima kewarganegaraan asing dengan sengaja. Ketiga, seorang yang berkemampuan jasmani dan rohani dan keempat tidak pernah mengkhianati negara.

"Kalau ini kita ambil sebagai suatu kebijakan dasar, maka seluruh wacana yang ada sesungguhnya bisa kita kelola dalam bentuk yang dalam tanda kutip memunculkan kenegarawanan dari setiap kandidat dan menyikapi pernyataan dari pihak yang lain pun secara kenegarawanan karena Indonesia memerlukan presiden yang negarawan," papar suami dr Diana Abbas Thalib ini.

Tifatul meminta tokoh tua yang pernah menjabat menjadi presiden dan gagal untuk minggir dalam pencalonan di Pilpres 2009. Pernyataan Tifatul menyulut protes keras dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega pun menantang Tifatul bertarung memperebutkan kursi RI-1.


Sumber:
http://www.pk-sejahtera.org


Search My Site