28 Agustus 2008
Caleg Perempuan PKS Dibekali Pendidikan Politik
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai memberi pendidikan dan pemberdayaan politik untuk calon anggota legislatif (caleg) mereka yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Rencananya, agenda pembekalan yang dimulai sejak Rabu 27 Agustus hari ini, akan terus dilakukan hingga Pemilu 2009 mendatang.
"Pembekalan ini dilakukan untuk menyiapkan perempuan andal yang dapat menggolkan berbagai agensa perjuangan politik perempuan di parlemen," kata Ledia Hanifa, Ketua DPP Bidang Kewanitaan PKS.
Ledia melanjutkan, pembekalan ini juga dilakukan untuk melahirkan ketokohan perempuan yang mengakar kuat di masyarakat. Caranya, caleg perempuan ini mengabdi kepada masyarakat dengan berbagai alternatif kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan data PKS, dari 573 orang daftar caleg DPR untuk Pemilu 2009 yang telah diserahkan kepada KPU, 200 orang atau 34.9% di antaranya adalah perempuan. Jumlah ini, melebihi batas kuota 30% CAD kaum perempuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pemilu.
Berdasarkan nomor urut, PKS telah menempatkan kader-kader perempuan sesuai sistem ziper, yaitu dari tiga caleg, satu adalah perempuan.
(enp)
Sumbernya:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/28/1/140608/caleg-perempuan-pks-dibekali-pendidikan-politik
27 Agustus 2008
Fraksi PKS Kecam Fraksi Yang Usulkan Revisi UU Pemilu
Muhammad Nur Hayid - detikNews
Jakarta - Usulan 5 fraksi untuk merevisi UU No 10/2008 tentang Pemilu DPR, DPRD dan DPD disesalkan FPKS. Usulan revisi terbatas UU yang baru berumur 5 bulan itu merupakan bukti nyata inkonsistensi fraksi-fraksi yang selama ini tidak mendukung suara terbanyak.
"Usulan 5 fraksi untuk merevisi UU No 10/2008 soal penentuan perolehan kursi berdasarkan suara terbanyak menunjukkan inkonsistensi partai-partai, khususnya yang sejak awal pembahasan tak setuju suara terbanyak," kata ketua FPKS Mahfudz Sidiq pada wartawan di gedung DPPR Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
menurut anggota Komisi II DPR ini, usulan 5 fraksi tersebut menunjukkan bahwa partai-partai tak mampu mengelola konflik kepentingan dalam pencalegan sehingga dikompensasi dalam bentuk revisi terbatas UU yang baru disahkan.
"Usulan ini terkesan kuat ketidakmampuan partai dalam mengelola konflik kepentingan dalam pencalegan. Jika begini, UU seperti barang mainan. Ini akan mengakibatkan pemborosan anggaran, " kata Mahfudz.
Pengurus DPP PKS ini meminta koleganya di DPR lebih jeli dan hati-hati dalam mengambil sikap politik terkait UU. PKS siap dengan model mana pun, tapi setiap UU yang dihasilkan harus dilaksanakan dengan konsisten. Ini perlu ditegaskan karena selama ini PKS sudah berupaya konsisten menjalankan UU meski dulu usulan suara terbanyak ditolak fraksi-fraksi besar.
"Di saat PKS tunduk menjalankan UU, sekarang mereka balik badan dan mengutak-atik UU. Bahaya sekali jika republik ini dikelola dengan cara seperti ini. Namun pada prinsipnya FPKS sngat siap dengan konsep itu dan senang jika kembali pada suara terbanyak," demikian Mahfudz.(yid/nrl)
Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/08/27/142404/995603/10/fpks-kecam-fraksi-yang-usulkan-revisi-uu-pemilu
Label:
DPR,
FPKS,
Fraksi,
Partai Keadilan Sejahtera,
Sikap Politik
26 Agustus 2008
8 Amanat Pemenangan Pemilu

1. Meningkatkan taqorub pada Allah dan meniatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah semua amal dalam pemenangan pemilu 2009 sebagai ibadah jihad politik.
2. Meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader da’wah sebagai sumber kekuatan syarat kemenangan
3. Memekarkan struktur partai sampai seluruh desa agar da’wah dapat menjangkau seluruh jengkal tanah republik yang telah diamanahkan Allah sebagai media da’wah tanpa kecuali
4. Memperbanayk silaturahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol mereka karena perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka semua.
5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta pada seluruh warga masyarakat kapan dan dimanapun menerima mereka, karena itu mendekatkan hubungan batin dengan rakyat sekaligus sedekah yang murah dan meriah.
6. Meningkatkan pelayanan pada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya karena cinta kepada rakyat harus dibuktikan dengan pelayanan yang tulus dan tidak kenal lelah.
7. Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.
8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik.
(Ketua TPPN, M Anis Matta)
Label:
8,
Amanat,
Pemilu 2009,
Pesan,
PK Sejahtera,
PKS
Seruan Optimalisasi Ibadah Ramadhan
BAYAN
DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NOMOR : 18/B/K/DSP-PKS/1429
TENTANG
SERUAN OPTIMALISASI IBADAH RAMADHAN
DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NOMOR : 18/B/K/DSP-PKS/1429
TENTANG
SERUAN OPTIMALISASI IBADAH RAMADHAN
Bulan Suci Ramadhan kembali datang menyambut orang-orang beriman untuk menaiki tangga ketaqwaan dan meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, syetan dan musuh musuh Islam sehingga mengantarkan umat Islam meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. Bulan Ramadhan datang pada saat orang-orang beriman sangat membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka.
Kondisi inilah yang dihadapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia umat Islam masih dihadapkan pada krisis berat dari semua sisi kehidupan. Sedangkan di belahan dunia Islam lainnya, kondisi mereka tidak lebih baik dari Indonesia. Para da’i di Mesir, Al-Jazair, Tunisia, Pakistan dan lainnya masih banyak yang berada di dalam penjara.
Sementara umat Islam di Irak dan Afghanistan menjadi sasaran tembak penjajah Amerika Serikat dan sekutunya. Adapun umat umat Islam di Barat dan wilayah minoritas masih menghadapi problem diskriminasi dan tuduhan teroris. Umat Islam di daerah minoritas semakin tertindas dan di daerah mayoritas tidak dapat bebas melaksanakan Syari’ah Islam.
Di Palestina, jantung dunia Islam, umat Islam semakin merana. Pembantaian bangsa Yahudi Zionis atas Umat Islam Palestina tidak kunjung mereda. Hampir setiap hari senantiasa ada darah yang tertumpah di bumi Palestina. Korban berjatuhan dari kalangan wanita, anak-anak, orang-orang tua yang tak berdosa. Boikot yang dihadapi mereka di Gaza adalah bentuk penjajahan gaya baru yang di motori Zionis Yahudi dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya. Sementara Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam, tanah suci para nabi dan tempat Isra Rasulullah saw. terancam bahaya.
Dalam suasana seperti ini, harapan itu masih ada. Ramadhan datang untuk memberikan motivasi, semangat dan harapan baru bagi orang-orang beriman untuk keluar dari berbagai permasalah yang dihadapinya. Motivasi dan semangat untuk meraih ketaqwaan. Karena, ketaqwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional. Ketaqwaan pada tinggkat pribadi, keluarga dan masyarakat akan menyingkap segala kesulitan, krisis dan musibah menjadi kebaikan, rahmat dan keberkahan.
Di antara sarana yang paling efektif untuk merealisir dan membina ketaqwaan, yaitu dengan cara berpuasa. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus. Melatih diri untuk menjaga pola hidup bersih. Bersih hati dan batin dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Bersih dari harta yang haram, seperti riba (bunga), korupsi, manipulasi dan mencuri.
Bersih lahir dan lingkungan dari berbagai macam kotoran. Kebersihan harus menjadi komitmen orang-orang beriman baik dalam sekala individu, keluarga, masyarakat maupun umat secara keseluruhan. Krisis yang menimpa manusia berawal dari ketidakberdayaan manusia untuk menahan diri dari larangan Allah, kemudian jatuh pada larangan tersebut. Sehingga, solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia agar bertaqwa. Orang-orang bertaqwa memiliki dua kekuatan, kekuatan motivasi (quwwatul indifaa’) untuk melakukan ibadah, amal shalih dan kebaikan dan kekuatan pengendalian (quwwatul imsaak) dari hal-hal yang diharamkan Allah. Dua kekuatan inilah yang menjadikan orang-orang bertaqwa paling bermanfaat hidupnya di dunia. Dan dengan kekuatan inilah orang-orang bertaqwa mendapatkan kemenangan dari Allah.
Adapun solusi krisis secara vertikal dengan menegakkan Syari’ah Islam dalam diri masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut akan sangsi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah semua langkah harus ditujukan, semua pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga dikerahkan dan penyelamatan manusia dilakukan.
Marilah kita melakukan optimalisasi ibadah Ramadhan, sebagai berikut:
1. Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang juga dirasakan oleh salafu shalih. Karena begitu banyaknya kebaikan yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan, seperti di bukannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya syetan-syetan sehingga tidak dapat leluasa menggoda manusia. Dan puncaknya adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia. Dan pada malam turunnya Al-Qur’an Allah SWT. menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.
Bentuk ekspresi kerinduan dan kecintaan dilakukan dengan mempersiapkan
Ramadhan secara baik. Persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.
2. Meningkatkan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu. Bulan Ramadhan adalah syahrul ibadah dan syahrul Qur’an. Sehingga ibadah dibulan Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat, khususnya ibadah puasa, qiyamu Ramadhan dan interaksi dengan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an.
Allah berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS Al- Baqarah 185).
3. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap umat Islam. Membayar zakat, memperbanyak infak, shadaqah dan memberi makan orang berpuasa. Menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim dan duafa. Dan melakukan segala bentuk ihsan yang dianjurkan Islam. Rasulullah saw. memberikan contoh terbaik dalam hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits.
“Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan, dan paling
pemurah lagi di bulan ramadhan” (HR Bukhari).
4. Mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam, khususnya dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS Ali ‘Imran 103)
5. Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan
memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka dan membayar hutang. Taubat adalah sebuah sikap menyesali akan segala kesalahan, melepaskannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Dosa, maksiat dan kesalahan merupakan sebab inti dari keterpurukan dan krisis ini. Sehingga taubat adalah satu-satunya jalan untuk memulai hidup baru menuju yang lebih baik. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama bagi bangsa Indonesia untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan keberkahan Allah SWT.
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu
bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu,dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52).
6. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Da’wah
(Bulan Pendidikan dan Da’wah). Di antara ciri khas bulan Ramadhan adalah
tumbuh suburnya suasana ke-Islaman di semua tempat. Umat Islam mempunyai
kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan da’wah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.
Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan
ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan.
Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian
kitab, diskusi, ceramah dan lain-lain sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi
momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.
7. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrul Jihad wal Mujahadah. Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenanya bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Perang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara mongol, penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Thariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dan lain-lain semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya.
Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam
agama suatu kesempitan” (QS Al-Hajj 78).
8. Mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, dari sisi ekonomi, sosial, budaya, pemberdayaan umat dan politik. Melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar-pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam dan memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya. Memenangkan Partai Islam dan para calon pemimpin muslim baik di legislatif maupun eksekutif yang berjuang untuk kemenangan Islam.
Demikian seruan ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat beribadah dan komitmen terhadap syariah Islam sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera.
Langganan:
Postingan (Atom)
