Tampilkan postingan dengan label Caleg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Caleg. Tampilkan semua postingan

02 Oktober 2008

PKS Lolos Semua, PDS Terbanyak Gagal

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tampaknya, bakal menjadi parpol pertama yang calegnya tanpa masalah. Seluruh caleg PKS untuk DPR yang didaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa lolos. Hal sebaliknya justru menimpa Partai Damai Sejahtera (PDS). Calon anggota DPR yang didaftarkan PDS ke KPU dan tidak lolos untuk sementara ini paling banyak.

Lantaran seluruh calegnya lolos, tak pelak, Humas DPP PKS Mabruri berbinar-binar. Mabruri mengatakan, di antara 580 caleg PKS yang didaftarkan kepada KPU, tidak ada satu pun yang dicoret KPU. Menurut dia, hal itu wajar. Sebab, PKS memiliki persiapan yang matang saat menyusun berkas daftar caleg. "Persiapan sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran," kata Mabruri di Jakarta kemarin (27/9).

Berdasar catatan koran ini, belum ada parpol lain yang menyamai pencapaian PKS. Hal itu tidak terlepas dari belum selesainya rekapitulasi DCS per partai yang dilakukan oleh KPU. PAN, misalnya, kehilangan empat caleg. Partai Demokrat 1 orang, PKB 10, Golkar 30, dan PDIP 4.

Meskipun tidak seluruh caleg lolos sebagaimana yang dicapai PKS, jumlah caleg yang gagal dari partai besar lain relatif sedikit. Dari PDIP misalnya, di antara 639 caleg DPR-nya, hanya empat caleg yang dicoret oleh KPU.

Menurut Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP Arif Wibowo, empat caleg yang gagal tersebut memang tidak melengkapi berkas sebagaimana permintaan KPU. Namun, hal itu pengecualian bagi Zainal Abdidin, caleg PDIP dari dapil Lampung II.

Dirinya tidak melengkapi persyaratan administrasi caleg karena telah terpilih sebagai bupati Lampung Utara. "DPP memutuskan memberikan kesempatan kepada dia untuk memimpin daerah terlebih dahulu," kata Arif yang dihubungi terpisah.

Arif menambahkan, dengan adanya pengumuman DCS, DPP PDIP tidak akan mengubah-ubah peta susunan caleg di setiap dapil. Setiap parpol kini tinggal menunggu tanggapan dari publik atas nominasi caleg yang telah mereka ajukan. "Jika ada tanggapan masyarakat yang bisa membuktikan ada caleg kami yang bermasalah, kami siap mengganti," janji Arif.

Di sisi lain, meski banyak calegnya gugur saat penetapan DCS, PDS tetap optimistis target perolehan suaranya tidak akan terganggu. Dari 609 caleg yang diajukan, hanya 322 yang lolos. Artinya, 281 calon dinyatakan tidak masuk DCS. "Memang ada yang tidak lolos. Tapi, itu semua bukan masalah besar," ujar Wakil Ketua DPP PDS Denny Tewu.

Deny yakin target pemenuhan syarat minimal parliamentary thershold (PT) 2,5 persen suara sah nasional pada Pemilu 2009. "Sebab, seluruh dapil DPR kami sebanyak 77 terisi semua," katanya.

Menurut dia, gugurnya sejumlah caleg PDS tersebut disebabkan oleh banyak hal. Antara lain, penyertaan SKCK dan ketidaklengkapan formulir B4 berupa surat kesediaan tidak mengundurkan diri sebagai calon. "Karena itu, kami masih dalam tahap memohon barangkali bisa diperbaiki," katanya.

Ketua Pokja Pencalegan KPU Endang Sulastri menyatakan, setiap perubahan tidak bisa lagi berawal dari parpol bersangkutan. Peluang parpol untuk mengajukan atau memperbaiki syarat pengajuan caleg sudah tertutup. "Intinya, seusai dengan penetapan DCS, parpol tidak boleh lagi mengubah ataupun mengganti nomor urut calegnya," tegasnya.

Parpol, tambah Endang, hanya diperbolehkan memperbaiki nama jika ada kesalahan penulisan ejaan. "Kecuali kalau ada yang meninggal dunia, masih bisa diganti dengan caleg baru atau dihilangkan dari daftar," jelasnya. (bay/dyn/mk)

sumber:
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=349598

08 September 2008

Lima Instruksi Presiden


Mempertimbangkan perlunya menyatukan semua potensi kekuatan partai dalam pelaksanaan kampanye serta memaksimalkan perolehan suara partai pada Pemilu 2009, maka diinstruksikan kepada seluruh struktur, kader dan Calon Anggota Dewan Partai Keadilan Sejahtera Tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.


Mempertimbangkan perlunya menyatukan semua potensi kekuatan partai dalam pelaksanaan kampanye serta memaksimalkan perolehan suara partai pada Pemilu 2009, maka diinstruksikan kepada seluruh struktur, kader dan Calon Anggota Dewan Partai Keadilan Sejahtera Tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

1. Membangun Ruhul Jama'i dalam berkampanye dan bekerja maksimal dalam memenangkan target partai.

2. Memfokuskan Kampanye pada tanda gambar Partai dan Nomor 8.

3. Struktur mensosialisasikan dan mengkampanyekan semua CAD secara adil dan proporsional.

4. Setiap Calon Anggota Dewan (CAD) hanya diperbolehkan untuk melakukan penggalangan pemilih di luar struktur dan kader.

5. Tidak membuat dan menyebarkan atribut dengan gambar/foto CAD kecuali dilakukan dibawah koordinasi struktur/kordapil dengan menekankan unsur kebersamaan.


Sumber: http://www.pk-sejahtera.org

Caleg PKS Tidak Rebutan Nomor Urut



PK-Sejahtera Online: Berbeda dengan caleg umumnya partai Politik yang gontok-gontokan memperebutkan nomor urut, Para Caleg di PKS justru saling mempersilakan untuk menjadi Nomor Jadi. Bahkan ada yang minta ditempatkan dinomor terakhir.

Demikian beberapa poin yang disampaikan oleh Manager Pemenangan Pemilu DPW Riau DAPIL Bengkalis-Dumai Mahdnur AMD ketika memimpin pengambilan IKRAR Calon Anggota DPRD Dapil Mandau dan PINGGIR.

Sekitar 600 kader, simpartisan PKS dan Tokoh Masyarakat di Duri pada hari Ahad, 31 Aug 2008 kemarin memadati Aula SD Pokok Jengkol untuk menghadiri Launching anggota legislatif PKS untuk daerah pemilihan Mandau dan Pinggir

Hadir dalam kegiatan tersebut banyak Tokoh Masyarakat diantaranya H. Iskandar dan H. Ahmad Tuah Pimpinan dan Penasehat LAMR Kec. Mandau. H. Mahyunir dan juga H. Iwan Munir tampak diantara undangan.

Satu hal penting lain yang mengemuka dari Acara tersebut adalah bahwa di PKS tidak ada caleg yang mengajukan diri tetapi semua adalah penujukan oleh syuro yang direpresentasikan oleh Tim Penjaringan Caleg yang di sebut Tim Jaring Mutiara Daerah. Selain itu ternyata sampai saat ini tidak ada satu sen pun yang diminta oleh Partai kepada para Caleg untuk menghindari orientasi yang salah dari para caleg.

Sumber:http://www.pk-sejahtera.org

01 September 2008

Caleg PKS Dilarang Kampanyekan Diri Sendiri


JAKARTA
- Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilarang untuk mengkampanyekan dirinya sendiri tanpa berkoordinasi dengan struktur yang berada di atasnya.

Poin ini merupakan salah satu Instruksi Presiden (Inpres) Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring kepada semua caleg di seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari pusat hingga kabupaten dan kota.

Dalam instruksi presiden PKS nomor lima, disebutkan bahwa semua calon anggota dewan diharapkan tidak membuat dan menyebarkan atribut yang memuat gambar atau foto pribadi kepada masyarakat kecuali berkoordinasi kepada struktur dengan mengutamakan asas kebersamaan.

"Boleh saja mereka kampanye, tapi harus koordinasi dulu dengan struktur seperti DPP, DPW, dan DPD," ujar Ketua Bidang Humas DPP PKS Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/8/2008).

Mabruri menambahkan, instruksi ini dimaksudkan agar semua caleg PKS mengedepankan asas kebersamaan dan menghindari persaingan negatif antar sesama caleg.

"Kita ingin membangun ruh berjamaah dalam berkampanye," tambah Mabruri mengutip Inpres pertama. (ful)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/1/141592

Kampanye Caleg PKS Dijamin Bakal Adil


JAKARTA - Meski berbeda nomor urut dan dukungan dana, seluruh calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak perlu khawatir kalah bersaing dalam mengkampanyekan dirinya.

Pasalnya, Presiden PKS telah menginstruksikan seluruh calon anggota dewan ini agar dikampenyekan secara proporsional dan adil. "Dalam poin ketiga Inpres PKS, struktur diminta mengkampanyekan seluruh calon anggota dewan secara proporsional dan adil," ujar Bidang Humas DPP PKS Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/8/2008).

Kondisi ini tentu berbeda dengan partai-partai lain. Terlebih bagi partai yang menerapkan suara terbanyak dalam menentukan caleg terpilih. Mereka tentunya akan berlomba-lomba untuk mengkampanyekan diri mereka masing-masing.

"Itulah bedanya PKS dengan partai lain. Bahkan, kami diminta untuk lebih menyosialisaikan tanda gambar PKS dan angka 8," tambah Mabruri.
(ful)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/1/141591

PKS Keluarkan Inpres untuk Caleg


JAKARTA
- Presiden PKS Tifatul Sembiring mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) bagi calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari PKS di seluruh tingkatan baik pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

Menurut Ketua Bidang Humas DPP PKS Mabruri, Inpres itu berisi etika umum dalam berkampanye bagi caleg-caleg PKS. "Isinya lima poin tentang berkampanye," ujar Mabruri saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (1/9/2008).

Mabruri menjelaskan, Inpres ini bertujuan untuk mensolidkan para kader serta membangun iklim kondusif di antara para calon anggota legislatif. "Inpres ini ditujukan agar sesama caleg PKS tidak terjadi persaingan yang negatif," tukas Mabruri.
(ful)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/1/141590/pks-keluarkan-inpres-untuk-caleg

28 Agustus 2008

Caleg Perempuan PKS Dibekali Pendidikan Politik


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai memberi pendidikan dan pemberdayaan politik untuk calon anggota legislatif (caleg) mereka yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Rencananya, agenda pembekalan yang dimulai sejak Rabu 27 Agustus hari ini, akan terus dilakukan hingga Pemilu 2009 mendatang.

"Pembekalan ini dilakukan untuk menyiapkan perempuan andal yang dapat menggolkan berbagai agensa perjuangan politik perempuan di parlemen," kata Ledia Hanifa, Ketua DPP Bidang Kewanitaan PKS.

Ledia melanjutkan, pembekalan ini juga dilakukan untuk melahirkan ketokohan perempuan yang mengakar kuat di masyarakat. Caranya, caleg perempuan ini mengabdi kepada masyarakat dengan berbagai alternatif kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan data PKS, dari 573 orang daftar caleg DPR untuk Pemilu 2009 yang telah diserahkan kepada KPU, 200 orang atau 34.9% di antaranya adalah perempuan. Jumlah ini, melebihi batas kuota 30% CAD kaum perempuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pemilu.

Berdasarkan nomor urut, PKS telah menempatkan kader-kader perempuan sesuai sistem ziper, yaitu dari tiga caleg, satu adalah perempuan.
(enp)


Sumbernya:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/28/1/140608/caleg-perempuan-pks-dibekali-pendidikan-politik

20 Agustus 2008

Usia di bawah 40 tahun Dominasi Caleg DPRD dari PKS DKI Jakarta


PKS-Jakarta - Seluruh calon anggota legislatif dari PKS berusia di bawah lima puluh tahun. Hal tersebut terungkap saaa pengajuan berkas calon anggota dewan untuk DPRD DKI Jakarta di KPU DKI, oleh Partai Keadilan Sejahtera, siang ini (19/8). Menurut Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana, Msc., sekalipun caleg yang diajukan PKS Jakarta berusia, balita (di bawah lima puluh tahun), namun kapabilitas mereka untuk duduk sebagai anggota dewan tidak diragukan. Setidaknya 60% caleg PKS untuk DPRD DKI berusia di bawah 40 tahun. Bahkan ada caleg yang berusia 22 tahun, yakni Noval Abuzar yang selama ini menjabat sebagai Ketua DPD PKS di Kepulauan Seribu, ujar pria yang dipanggil Sani ini. Selain itu, dalam daftar caleg yang diajukan hari ini, PKS telah memenuhi kuota perempuan, juga dengan susunan zipper sebagaimana yang diperintahkan undang-undang. “Dari 104 caleg yang kita usung, sebanyak 31,7 persennya adalah perempuan”, tukas Sani. Penyerahan berkas caleg di hari terakhir ini, menurut Sani bukan sebuah kesengajaan. Daftar caleg untuk DPRD DKI baru ditetapkan DPP pada hari selasa lalu (12/8). Karenanya para caleg baru menyiapkan berkas di sisa hari yang tersedia, sehingga baru para hari terakhir semua berkas caleg diajukan ke KPUD, ujarnya. Setelah pencalegan ini, PKS Jakarta akan berkonsentrasi pada model kampanye yang simpatik di masyarakat. Sani menuturkan, kader-kader PKS telah diinstruksikan untuk membuat model kampanye yang lebih kreatif di sisa 8 bulan lagi masa kampanye. “Kami tidak akan menggunakan model pengerahan massa dalam kampanye”, ujar Sani. Justru aksi direct selling masih dijadikan senjata pamungkas bagi PKS dalam merengkuh suara yang maksimal dalam Pemilu mendatang. Selain itu, seperti yang diamanatkan oleh Ketua TPPN, Anis Matta, beberapa waktu lalu, kader-kader diminta mengetuk semua pintu rumah yang ada di sekelilingnya, untuk memastikan tidak ada satupun rumah di wilayah Jakarta yang tidak mengenal Partai Keadilan Sejahtera, pungkas Sani mantap. (humas) Sumber: http://www.pks-jakarta.or.id

573 Caleg PKS Insya Allah Bebas Dari Korupsi


“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi.” Ujar Anis Matta di gedung KPU siang tadi (19/8).

PK-Sejahtera Online: Hari ini PKS menyerahkan daftar calon legislatif untuk DPR Pusat pada pukul 12.00 WIB. Daftar Caleg diserahkan oleh Sekjen, sekaligus ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Anis Matta, dan diterima oleh anggota KPU Syamsul Bahri. Daftar caleg tersebut terdiri dari 373 Laki-laki dan 200 perempuan (34,9%). Sekitar 80% berusia 30-45 tahun. Anis Matta menyerahkan 12.033 berkas dokumen dari 573 caleg yang didaftarkan yang dikemas dalam dua belas kotak plastik besar.

Turut mendampingi sekjen, hadir pula para wakil sekjen, para ketua wilda, ketua Badan Humas DPP PKS, Mabruri, Ketua Bidang Pembinaan Kader, Ahmad Zainudin, dan ketua bidang Pembinaan Pemuda, Ahmad Faradis.

Ketika ditanyakan tentang caleg dari kalangan artis, Mardani mengatakan bahwa bagi PKS, selain popularitas, aspek lain yang lebih penting sebagai prioritas adalah kualitas dan kompetensi caleg.“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi. insya Allah bebas dari korupsi” jelas Anis Matta.

Selain memenuhi syarat yang diminta KPU, caleg PKS juga wajib menandatangani JANJI SETIA yang terdiri dari 5 poin. Diantaranya menjaga integritas moral, menghindari pendapatan yang haram atau syubhat, tidak melakukan korupsi dan melakukan pola hidup sederhana.

Sumber: www.pk=sejahtera.org

19 Agustus 2008

PKS Serahkan 573 Daftar Caleg

PKS menyerahkan 573 daftar nama calon anggota legislatif 2009. Caleg PKS yang sudah diseleksi 2 tahun lalu dan disumpah janji setia berusia rata-rata sekitar 30 tahunan yang paling muda berumur 26 tahun. Selain itu, PKS juga menyerahkan lebih dari 12.000 lembar dokumen pendaftaran Calegnya.

Sumber: tv.detik.com



15 Agustus 2008

PKS Jakarta Sosialisasikan Caleg Provinsi


Anggota dewan periode 2004-2009, masih menghiasi daftar caleg provinsi DKI dari PKS. Diantaranya, Rois Hadayana, Tubagus Arief, Nurmansjah Lubis, serta Igo Ilham.


PK-Sejahtera Online: Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana akan maju sebagai calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta lewat Jakarta Selatan. Kepastian tersebut diperoleh setelah DPP PKS menetapkan caleg Provinsi DKI Jakarta malam ini, 13/8, yang ditandatangani oleh Presiden Partai, Sekretaris Jenderal dan Ketua DPP Wilayah Da’wah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Dalam daftar urutan caleg tersebut, Sani berada di nomor urut pertama.

Mendampingi Sani di dapil DKI-2, adalah dr Jamal Muhammad yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta. Sementara itu, dari Jakarta Selatan ini, PKS juga menempatkan Kurniasih Mufidayati pada nomor urut tiga. Saat ini caleg perempuan dari Jaksel tersebut menjabat sebagai Ketua Deputi Pemberdayaan Perempuan di Bidang Kewanitaan DPW PKS DKI Jakarta.

Dalam daftar yang diumumkan Rabu malam (13/8), disebut juga nama Abdul Aziz Abdur Rauf yang merupakan Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta sebagai caleg di nomor urut satu untuk dapil DKI 1, Jakarta Timur. Mendampingi, Abdul Aziz, terdapat nama-nama Ketua-Ketua DPW PKS DKI Jakarta seperti M Gunawan (Sekretaris umum) dan Rifkoh Abriani (Ketua Kewanitaan) di nomor urut selanjutnya.

Para ketua-ketua partai di tingkat kotamadya juga disebut sebagai caleg di wilayahnya masing-masing. Diantaranya Wasito Al Wasith, yang menjadi caleg nomor satu untuk dapil DKI 3, Jakarta Barat. Sedangkan Ketua DPD Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, sama-sama menjadi caleg nomor dua di dapilnya masing-masing.

Sementara anggota dewan periode 2004-2009, masih menghiasi daftar caleg provinsi DKI dari PKS. Diantaranya, Rois Hadayana, Tubagus Arief, Nurmansjah Lubis, serta Igo Ilham. Adapun untuk keterwakilan perempuan dalam daftar caleg ini, PKS DKI Jakarta telah memenuhi 30% kuota perempuan. (pks jakarta)

13 Agustus 2008

Sekjen PKS Sosialisasian 8 Amanat Pemenangan Pemilu 2009

Ada tiga alasan mengapa PKS harus menang. Pertama, kemenangan kita merupakan amanat langit yang harus ditunaikan. Kedua, kemenangan PKS merupakan panggilan hati nurani rakyat dan ketiga negeri ini butuh tenaga, pemimpin baru dan semangat baru bagi kebangkitan bangsa ini.


PK-Sejahtera Online: Sekitar 10 ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung tumpah pada agenda Konsolidasi Tausiyah dan Launching Calong Anggota Dewan (CAD) PKS Lampung, (8/8), di Lapangan Korpri Pusat Pemerintahan Provinsi Lampung.

Anis Matta dalam Tausiyahnya mengatakan, PKS pada pemilu 2009 harus menang. Menurutnya, ada tiga alasan mengapa PKS harus menang. Pertama, kemenangan kita merupakan amanat langit yang harus ditunaikan. Kedua, kemenangan PKS merupakan panggilan hati nurani rakyat dan ketiga negeri ini butuh tenaga, pemimpin baru dan semangat baru bagi kebangkitan bangsa ini. Maka dari itu, regenerasi merupakan satu keniscayaan bagi negeri ini.

Anis juga memaparkan, cara kampanye yang tepat untuk meraih kemenangan itu. Pertama, seluruh kader menjalankan delapan amanat yang di buat oleh Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN) dan kader harus melampirkan doa-doa dalam sujud, puasa demi kemenangan partai dawah ini.

Delapan amanat yang dimaksud adalah mendekatkan diri kepada Allah dan niat mengikhlaskan setiap amal yang dilakukan kader, mengingkatkan soliditas sesame kader, lebarkan struktur partai ke seluruh jengkal republic Indonesia, memperbanyak silaturahmi, menebarkan senyum dan salam perdamaian pada siapa saja dan kapan saja.

Selanjutnya, melayani warga dengan kecintaan dan ketulusan, menampung masukan san saran masyarakat dan tingkatkan hubungan pada insane media. “Inilah alat-alat untuk meraih kemenangan partai ini. Setelah semua ini kita lakukan, biarlah Allah yang menentukan kemenangan kita,” ujar dia.

Ia mengatakan, ke delapan amanat TPPN ini dibuat tepat pada tanggal 8 dan pukul 08.00 WIB saat menghadiri acara Launching nomor urut delapan PKS pada pemilu 2009 mendatang. “Saya merasa, amanat ini harus tersebar pada seluruh kader PKS di tanah air ini,” ungkap Ketua TPPN.

Usai penyampaian Tausiyah Anis Matta, 100 CAD PKS Lampung mengikrarkan dan menandatangani Pakta Integritas. Ikrar Pakta di pimpin ketua Wilayah Dawah (Wilda) Se-Sumbagsel Syahfan Badri yang didampingi ketua umum DPW PKS Lampung Ahmad Jajuli.

Inti dari penandatangan Pakta Integritas itu, CAD PKS diharapkan berjuang mengerahkan segenap kemampuan dirinya untuk memperjuangkan nasib rakyat demi kemaslahatan umat dan tetap bekerja sesuai dengan flatform yang telah ditentukan PKS. Jika kesepakatan ini dilanggar, maka CAD harus bersedia menerima sanksi yang telah dijatuhkan partai.[Amah Wildan]

Sumber: www.pk-sejahtera.org

Adang Ajak Kader PKS Jadi Pelopor Kepedulian di Masyarakat


Saat ini PKS akan konsentrasi untuk melakukan pendidikan politik pada masyarakat lewat kampanye-kampanyenya. Selain, tentu saja, terus menjadi pelopor dalam hal menggalang kepedulian di tengah masyarakat.

PK-Sejahtera Online: Calon anggota legislatif nomor satu PKS dari daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Adang Daradjatun kembali berjumpa dengan masyarakat Jakarta lewat penutupan Posko Kebakaran PKS di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara (10/8). Dalam kesempatan tersebut, Adang yang ditemani Taufik Ramlan Wijaya, caleg dari daerah pemilihan yang sama, mengatakan sekalipun sudah masuk masa kampanye partai politik, PKS akan melakukan kampanye dengan pendekatan yang simpatik. “Kita hindari dulu kampanye dengan cara pengerahan massa ataupun unjuk kekuatan”, ujar Adang. Saat ini PKS akan konsentrasi untuk melakukan pendidikan politik pada masyarakat lewat kampanye-kampanyenya. Selain, tentu saja, terus menjadi pelopor dalam hal menggalang kepedulian di tengah masyarakat.


Hal ini selaras dengan 8 amanat pemenangan Pemilu PKS yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN), M Anis Matta, pada launching nomor PKS lalu. Adang menuturkan, dirinya akan terus berkonsolidasi dengan PKS DKI Jakarta dalam merealisasikan 8 amanat tersebut. “Diantaranya terus melakukan silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat, sekalipun yang berbeda afiliasi politik”, ujar Adang. Bagaimanapun juga, saat ini masyarakat merindukan iklim politik yang sejuk! tegasnya lagi

Adang yang hari itu hadir bersama istrinya, Nunun Nurbaiti, mengajak masyarakat korban kebakaran untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi. Selain itu, mengingat di lokasi kebakaran banyak bayi dan balita yang ikut kehilangan tempat tinggal, Adang meminta para ibu untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya di lokasi penampungan. ini juga berpesan agar para bayi tetap diberikan ASI oleh para ibu. “Dalam kondisi terbatas seperti ini, bayi justru harus tetap diberikan ASI untuk daya tahan tubuhnya”, ujar Adang. Karenanya para ibu yang memiliki bayi, harus menjaga kesehatan baik fisik maupun psikis, demi kelancaran ASI buat buah hati mereka. (pks jakarta)

Sumber : www.pk-sejahtera.org

Aleg Bukanlah Kehormatan

Aleg bukanlah kehormatan, namun justru amanah rakyat yang harus diperjuangkan dan dipertanggung-jawabkan. Untuk itu, dalam prosesi penetapan juga diadakan ikrar anti korupsi, suap dan gratifikasi. “PKS akan senantiasa memonitoring para caleg agar senantiasa di rel yang benar”, tegasnya.

8/8/8 PKS launching Calon Wakil Rakyat


PKS-BATAM: PKS kembali menjadi partai pertama yang melaunching kandidat anggota dewannya di Provinsi Kepri. Setelah penetapan caleg DPR RI dari Kepri sudah dipublikasikan, untuk pengumuman caleg DPRD Batam dan Kepri, PKS juga masih menjadi partai nomor wahid yang menetapkan calon-calon wakil rakyatnya

Launching caleg Batam dan Kepri untuk periode 2009 - 2014, PKS resmi mempublikasikannya pada Jum’at pagi (8/8/8) di Sekretariat PKS Kepri. Terdapat 14 nama untuk calon anggota DPRD Provinsi dari dapil Batam dan 43 kandidat untuk menduduki DPRD Kota Batam dari empat (4) daerah pemilihan (Dapil),.

Dapil I meliputi Bengkong dan Batu Ampar, Dapil II, Lubuk Baja, Batam Kota dan Nongsa, Sekupang, Batu Aji dan Belakang Padang tergabung dalam Dapil III serta Sei Beduk, Sagulung, Bulang dan Galang untuk Dapil IV. Uniknya caleg yang diusung adalah sebagaian besar umurnya di bawah 40 tahun dan 90 persen wajah baru yang fresh. Untuk keterwakilan kuota 30 persen pun telah terpenuhi.

Berikut tiga nama teratas caleg yang sudah ditetapkan. Untuk DPRD Provinsi Dapil Batam, nama Abdul Rahman, Lc menempati urutan pertama disusul kemudian Suryani dan Lulu Kamalia. DPRD Batam dari dapil I, Siti Nurlaela, Sofyan Ashadi dan Amiruddin Dahad. Dapil II, Aris Hardy, Novy dan Yenny. Dapil III, Riky Indrakari, Prijanto dan Syafniar dan Dapil IV, Sukaryo, Bambang Dipoyono dan Suprapti.

Dalam keterangannya, Ketua DPW PKS Kepri, Wildan Hadi Purnama mengatakan, proses penyusunan dan penetapan caleg di PKS tidak ada unsur uang. Penetapan ini dihasilkan dari proses seleksi yang panjang.

Wildan menambahkan, aleg bukanlah kehormatan, namun justru amanah rakyat yang harus diperjuangkan dan dipertanggung-jawabkan. Untuk itu, dalam prosesi penetapan juga diadakan ikrar anti korupsi, suap dan gratifikasi. “PKS akan senantiasa memonitoring para caleg agar senantiasa di rel yang benar”, tegasnya.

Sementara itu, Ketua Penjaringan dan Penetapan Caleg PKS, Syaifudin Fauzi mengatakan penjaringan kandididat dimulai dari pendataan individu-individu yang patut dan layak menjadi usulan caleg. Penjaringan ini sendiri tambah Fauzi menempatkan dimensi akhlak, kecakapan dan kalayakan sebagai pertimbangan yang utama daripada sekedar tingkat keterkenalan dan apalagi kekayaan calon wakil rakyat.

Awalnya, sekitar 100 nama masuk dalam tim seleksi penjaringan, namun akhirnya diputuskan 43 kandidat yang lolos sebagai calon wakil rakyat tingkat daerah tersebut. Prosesnya dilakukan dengan melalu unit-unit pembinaan kader dan juga usulan dari setiap DPC, baik bagi kader internal maupun tokoh eksternal.

Adapun yang dijadikan sandaran penetapannya adalah diantaranya calon harus menjalankan kewajiban agama dengan baik dan memiliki moral yang bagus. Tidak sedang terkait dengan kasus hukum dan memiliki trade record (rekam jejak) yang baik, berkomitmen terhadap misi dan visi partai dan memiliki fisik dan mental yang sehat agar tidak menghalang.

Sumber : www.pk-sejahtera.org

02 Agustus 2008

Kaderisasi di Partai Keadilan Sejahtera

Banyak Partai Politik yang saat ini seperti bingung dalam penetapan calon anggota legislatif ataupun calon eksekutif pada partainya, Hal ini juga bisa dilihat pada Partai-partai besar terutama menjelang Pemilihan Umum seperti saat ini. Mereka dengan alasannya sebagai partai yang terbuka dengan membuka pendaftaran caleg-calegnya. Padahal hal ini bisa jadi untuk menutupi ketidakberdayaannya dalam proses pengkaderan di tubuh partainya. Sehingga tidak aneh jika saat ini marak kasus yang melibatkan beberapa anggota DPR, baik kasus suap, pelecehan seks, korupsi dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena sejak awal perekrutan mereka menjadi caleg, banyak dari mereka yang bukan berasal dari proses pengkaderan sebuah partai, tetapi semata-mata hanya ingin mencari kedudukan dan posisi saja.

Tetapi hal ini Insya Allah tidak pernah terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera, karena partai ini benar-benar dan sungguh-sungguh dalam proses pengkaderan anggota-anggotanya. Proses tersebut diantaranya adalah dengan membuat kelompok-kelompok kecil untuk proses tarbiyah (pendidikan). Sehingga hasilnya akan lebih efektif. dan para kader mempunyai moral dan integritas yang tinggi sebagai seorang yang memiliki sebuah tanggung jawab.

31 Juli 2008

Penolakan PKS terhadap Inu Kencana

Siapa kenal Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, atau Tifatul Sembiring sebelum mereka memimpin PKS? Mereka baru dikenal dan menjadi tokoh popular setelah PKS mengusungnya. PKS tampaknya cenderung menghindari hal yang sebaliknya: mendompleng popularitas tokoh-tokoh luar untuk mempopulerkan partai.


Berbagai media pekan lalu memberitakan bahwa Inu Kencana Syafiie, mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang melamar untuk menjadi calon legislator ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ditolak. Membaca penolakan lamaran PKS di berbagai media, sejumlah petinggi partai politik langsung menawari Inu untuk menjadi calon legislator "nomor peci" (dulu nomor jadi). Bahkan menurut situs berita Inilah.com, setelah ditolak PKS, Inu dilamar 11 partai politik. Dengan kehadiran tokoh sepopuler Inu, secara logika partai-partai yang mengusungnya niscaya akan populer dan, dampaknya, perolehan suara partai dalam Pemilu 2009 akan terdongkrak.

Logika di atas hampir 100 persen diterima oleh partai-partai "konvensional" yang akan berlaga dalam Pemilu 2009 nanti. Popularitas seseorang menjadi jaminan untuk diterima sebagai calon legislator. Bahkan sejumlah partai seperti PAN, PKB, dan PDIP berburu calon legislator populer atau selebriti, seperti dari kalangan artis, tokoh agama, penulis, pebisnis, intelektual, dan lembaga swadaya masyarakat.

Barangkali itulah sebabnya Inu cukup pede melamar PKS. Tapi sayang, PKS punya pandangan yang berbeda dengan partai-partai lain.


Logika partai kader
Sebagai partai kader, PKS punya logika yang berbeda dengan partai-partai lain, seperti PBB, PKB, dan PDIP. Bagi PKS, ketokohan dan popularitas seseorang bukan sesuatu yang amat penting. PKS mengandalkan jalannya mesin partai dari "energi kader". Karena itu, ketokohan, popularitas, dan kekayaan seseorang bukanlah faktor utama dalam menentukan calon legislator baik di DPR maupun DPRD.

Bahkan, lebih jauh lagi, karena pengkaderan PKS berbasis Islam, justru PKS menghindari orang-orang yang thoma' (tidak ikhlas) dan ujub (pamer) untuk dipilih sebagai calon legislator. Sebab, orang-orang yang thoma' dan ujub dalam pandangan Islam adalah orang-orang buruk dan tidak akan bisa memegang amanah.

Bagi PKS yang partai kader, suara kader jauh lebih berharga ketimbang popularitas dan ketokohan seseorang. Bahkan ketokohan dan popularitas seseorang, menurut sumber di PKS, bisa berakibat buruk terhadap "mekanisme sistemik dari bekerjanya mesin kader PKS".

Dari pandangan seperti itulah kita bisa melihat bagaimana cara berpikir dan berlogika orang-orang PKS. PKS, misalnya, berani menampilkan Ahmad Heryawan dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat, padahal Ahmad Heryawan "bukan siapa-siapa" dibanding tokoh-tokoh semacam Agum dan Danny Setiawan di Jawa Barat. Terpilihnya Heryawan membuktikan bahwa kendaraan bermesin kader PKS ternyata mampu bekerja dengan baik, siapa pun pengendaranya. Hal ini, misalnya, tidak hanya terbukti pada pilkada Jawa Barat, tapi juga NTB, Sumatera Utara, dan DKI.

Dalam pilkada DKI, misalnya, PKS berani mengusung Adang Daradjatun, tokoh yang kurang dikenal massa Jakarta sebelumnya, dibanding Sarwono Kusumaatmadja, Rano Karno, dan lainnya yang saat itu berharap dipilih jadi calon gubernur oleh partai politik. Meskipun demikian, Adang, yang sebelumnya kurang popular, berkat energi kader PKS, perolehan suaranya hanya berselisih sedikit dibanding gubernur terpilih Fauzi Bowo, yang didukung oleh semua partai kecuali PKS.

Dari fenomena itulah, terlihat kenapa PKS tampaknya tidak pernah tergiur oleh ketokohan dan popularitas seseorang untuk dijadikan calon legislator. Bagi PKS, yang terpenting adalah bagaimana penilaian kader terhadap "calon-calon"-nya, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif. Dalam kaitan dengan ini, PKS punya mekanisme tersendiri untuk menempatkan kader-kadernya di legislatif maupun eksekutif, dan mekanisme ini dibangun atas kesepakatan kader dan pimpinan. PKS, kata Wahyudin Munawir, salah seorang anggota DPR RI dari PKS, lebih percaya kepada sistem ketimbang ketokohan seseorang.

Siapa kenal Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, atau Tifatul Sembiring sebelum mereka memimpin PKS? Mereka baru dikenal dan menjadi tokoh popular setelah PKS mengusungnya. PKS tampaknya cenderung menghindari hal yang sebaliknya: mendompleng popularitas tokoh-tokoh luar untuk mempopulerkan partai.

Dari gambaran di atas, bisa dipahami kenapa PKS tidak terlalu merespons lamaran Inu Kencana. Kader dan pimpinan PKS tentu saja mengetahui kepopuleran dan kebaikan nama Inu. Tapi itu tidak berarti DPP PKS bisa mengubah kesepakatan atau ketetapan yang telah diputuskan partai hanya karena lamaran Inu. Hal ini berbeda dengan partai-partai lain.

Tak sedikit pemimpin partai yang seakan menjadi "godfather"--bisa mengatur penempatan calon legislator, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif, sesuai dengan keinginannya atau keinginan segelintir orang tanpa perlu memutuskannya dalam rapat partai. Ini terbukti dari banyaknya partai yang dengan senang hati menerima dan menghargai "kutu loncat" dan menempatkan sang kutu loncat pada posisi yang terhormat di partai.

Mereka, para kutu loncat itu, dihargai karena faktor ketokohan, popularitas, dan finansialnya. Hal-hal seperti inilah yang sering kadang merusak nama partai di kemudian hari. Sejumlah anggota legislatif yang tertangkap KPK karena kasus suap, misalnya, banyak di antaranya para kutu loncat.


Tentu saja sebagai partai berbasis kader, PKS punya kelemahan dibanding partai berbasis massa. PKS sulit menjadi partai besar seperti halnya Golkar dan PDIP yang berideologi pluralis dan menggunakan cara "pragmatis" untuk membesarkan partai. Meskipun demikian, di saat partai-partai lain tergerus kredibilitasnya oleh skandal korupsi dan seks, kehadiran PKS sebagai partai kader, memberikan nuansa baru.

Dengan kuatnya sistem pengkaderan di PKS yang berasaskan Islam, partai ini sangat tajam penciumannya terhadap gelagat buruk kader-kadernya, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Itulah yang menyebabkan PKS relatif bersih dari isu-isu miring, karena sistem dan mekanisme partai mampu mengeliminasi gejala dan indikasi buruk yang muncul pada kader-kadernya.

Saat ini, di saat bangsa Indonesia rindu pada pembangunan sistem yang bersih dari korupsi, bukan tidak mungkin masyarakat, termasuk yang nonmuslim, cenderung bersimpati kepada PKS pada pemilu mendatang, karena tertarik kepada pembangunan sistem pengkaderan dan mekanisme early warning-nya terhadap korupsi. Namun, jika sekali saja PKS gagal menjaga kredibilitasnya di masyarakat, partai kader ini pun akan ambruk dan hanya menjadi cemoohan orang. Semoga hal terakhir ini tidak akan terjadi!*

Syaefudin Simon,mahasiswa Program Magister Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta

Sumber: www.pk-sejahtera.org