Banyak Partai Politik yang saat ini seperti bingung dalam penetapan calon anggota legislatif ataupun calon eksekutif pada partainya, Hal ini juga bisa dilihat pada Partai-partai besar terutama menjelang Pemilihan Umum seperti saat ini. Mereka dengan alasannya sebagai partai yang terbuka dengan membuka pendaftaran caleg-calegnya. Padahal hal ini bisa jadi untuk menutupi ketidakberdayaannya dalam proses pengkaderan di tubuh partainya. Sehingga tidak aneh jika saat ini marak kasus yang melibatkan beberapa anggota DPR, baik kasus suap, pelecehan seks, korupsi dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena sejak awal perekrutan mereka menjadi caleg, banyak dari mereka yang bukan berasal dari proses pengkaderan sebuah partai, tetapi semata-mata hanya ingin mencari kedudukan dan posisi saja.
Tetapi hal ini Insya Allah tidak pernah terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera, karena partai ini benar-benar dan sungguh-sungguh dalam proses pengkaderan anggota-anggotanya. Proses tersebut diantaranya adalah dengan membuat kelompok-kelompok kecil untuk proses tarbiyah (pendidikan). Sehingga hasilnya akan lebih efektif. dan para kader mempunyai moral dan integritas yang tinggi sebagai seorang yang memiliki sebuah tanggung jawab.
Tampilkan postingan dengan label Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muda. Tampilkan semua postingan
02 Agustus 2008
Kaderisasi di Partai Keadilan Sejahtera
Label:
Caleg,
DPR,
DPRa,
Jakarta,
Kader,
Kaderisasi,
Muda,
Partai,
Pemilu,
PKS,
Pulo Gebang,
Rawa Kuning,
RW 02
26 Juli 2008
Tidak Perlu Ada Yang Kebakaran Jenggot
Mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid meminta wacana capres tua dan capres muda hendaknya disikapi dengan arif dan bijaksana. Tidak perlu ada yang kebakaran jenggot.
"Bila pernyataan beliau (Tifatul) didudukkan dalam konteks menyeluruhnya dan kemudian disikapi dengan arif dan bijaksana sebagaimana seharusnya seorang capres ya saya kira tidak ada yang perlu kebakaran jenggot. Apalagi kalau tidak punya jenggot, nggak bisa bakar juga," kata Hidayat sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Hidayat usai diskusi bertajuk "Wajah Muslim Indonesia" di Fakultas Ilmu Budaya, UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/7/2008).
Hidayat yakin partainya jelas mengetahui bahwa tidak ada aturan dalam UU maupun UUD yang membatasi umur maksimal seorang capres.
Dijelaskan dia, ada 4 syarat capres sesuai UUD. Pertama, warga negara Indonesia asli. Kedua, tidak pernah menerima kewarganegaraan asing dengan sengaja. Ketiga, seorang yang berkemampuan jasmani dan rohani dan keempat tidak pernah mengkhianati negara.
"Kalau ini kita ambil sebagai suatu kebijakan dasar, maka seluruh wacana yang ada sesungguhnya bisa kita kelola dalam bentuk yang dalam tanda kutip memunculkan kenegarawanan dari setiap kandidat dan menyikapi pernyataan dari pihak yang lain pun secara kenegarawanan karena Indonesia memerlukan presiden yang negarawan," papar suami dr Diana Abbas Thalib ini.
Tifatul meminta tokoh tua yang pernah menjabat menjadi presiden dan gagal untuk minggir dalam pencalonan di Pilpres 2009. Pernyataan Tifatul menyulut protes keras dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega pun menantang Tifatul bertarung memperebutkan kursi RI-1.
Sumber:
http://www.pk-sejahtera.org
Label:
Muda,
Partai,
Pemilu,
PKS,
Presiden,
Pulo Gebang,
Rawa Kuning,
RW 02
Langganan:
Postingan (Atom)
